Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Bergerak cepat pasca-pelantikan besar-besaran 13 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama awal Juli lalu, Pemerintah ...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Bergerak cepat pasca-pelantikan besar-besaran 13 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama awal Juli lalu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memastikan roda birokrasi tetap berjalan tanpa hambatan. Guna mengisi kekosongan kursi kepemimpinan yang ditinggalkan pejabat sebelumnya, Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P). Drs. Armia Pahmi, MH, resmi menunjuk pelaksana tugas (Plt) untuk posisi Kepala Dinas Syariat Islam dan Sekretaris DPRK.
Langkah taktis ini diambil agar pelayanan publik, penguatan nilai keagamaan, serta koordinasi legislatif di Bumi Muda Sedia tidak mengendur sedikit pun.
Mengisi Posisi Strategis di Pemerintahan
Dua pos penting yang kini resmi memiliki nakhoda baru adalah Dinas Syariat Islam dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang:
Plt. Kepala Dinas Syariat Islam: Bupati menunjuk M. Fajar, MA untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Syamsul Rizal, yang kini telah mengemban amanah baru sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Plt. Sekretaris DPRK: Posisi ini kini dipercayakan kepada Rahimuddin Amin, SE. Ia menggantikan Rulina Rita yang telah bergeser tugas menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Keistimewaan Aceh, Sumber Daya Manusia, dan Kerjasama.
Komitmen Maksimal untuk Bumi Muda Sedia
Mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan pemerintahan merupakan hal yang lumrah demi penyegaran organisasi. Namun, memastikan transisi kepemimpinan berjalan mulus adalah kunci utama agar pelayanan masyarakat tetap prima.
Menegaskan kebijakan tersebut, Kepala BKPSDM Kabupaten Aceh Tamiang, M. Mahyaruddin, menyampaikan bahwa penunjukan ini bukan sekadar pengisian jabatan kosong, melainkan langkah nyata kepemimpinan daerah untuk menjaga ritme kerja tetap stabil.
"Penunjukan ini adalah bagian dari komitmen kuat pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan. Kita ingin memastikan roda pemerintahan di Bumi Muda Sedia terus bergerak maksimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," ujar Mahyaruddin.
Dengan hadirnya nakhoda baru di kedua instansi tersebut, sinergi antara eksekutif, legislatif, dan penegakan nilai-nilai keistimewaan daerah di Aceh Tamiang diharapkan dapat berjalan lebih dinamis dan progresif. []L24.SWJ
