Lentera24.com | ACEH TIMUR – Kebakaran sumur minyak tradisional di Desa Lhok Leumak, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, masih bel...
Lentera24.com | ACEH TIMUR – Kebakaran sumur minyak tradisional di Desa Lhok Leumak, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, masih belum berhasil dipadamkan hingga Minggu (5/7/2026) sore. Kobaran api yang terus membesar memaksa petugas pemadam kebakaran bekerja ekstra keras agar api tidak merambat ke titik-titik pengeboran lainnya.
Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Namun, upaya pemadaman terkendala cuaca panas dan embusan angin yang menyebabkan kobaran api beberapa kali kembali membesar. Meski demikian, api yang sempat menjalar melalui lereng bekas aliran minyak mulai berangsur dapat dikendalikan.
Di sepanjang jalur yang dilalui api, puluhan batang kelapa sawit dan pepohonan lainnya tampak hangus terbakar. Satu unit alat berat yang berada di area pengeboran juga berhasil dievakuasi ke lokasi yang lebih aman sebelum api meluas.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB itu menimbulkan kepulan asap hitam pekat yang terlihat dari jarak jauh dan menarik perhatian warga. Puluhan masyarakat memadati kawasan sekitar lokasi untuk menyaksikan peristiwa tersebut dari kejauhan.
Aparat kepolisian menambah personel pengamanan serta mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kebakaran guna menghindari risiko ledakan maupun semburan api.
Berdasarkan pantauan di lapangan dan keterangan warga, aktivitas pengeboran minyak tradisional di kawasan tersebut telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Warga menyebut terdapat sekitar 500 titik pengeboran yang beroperasi secara tradisional tanpa didukung peralatan keselamatan yang memadai, dengan produksi diperkirakan mencapai sekitar 2.000 drum minyak per hari.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku khawatir aktivitas tersebut berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat dan mencemari lingkungan.
"Kami khawatir aktivitas ini berisiko menimbulkan kebakaran atau ledakan yang mengancam keselamatan warga. Selain itu, tumpahan minyak juga dikhawatirkan mencemari sungai, merusak lahan, dan mengganggu sumber air bersih masyarakat," ujarnya.
Kapolres Aceh Timur, AKBP Irwan Kurniadi, mengatakan pihaknya telah mengimbau masyarakat agar menjauh dari lokasi serta menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas pengeboran tersebut.
"Kami telah menyampaikan imbauan tegas agar warga menjauh dari lokasi demi keselamatan. Anggota Polsek sudah ditempatkan untuk memantau situasi, dan tim sedang mengidentifikasi pemilik sumur serta legalitas aktivitasnya untuk tindak lanjut," kata AKBP Irwan.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Aceh Timur, AKP Novrizaldi, menyatakan personelnya masih berada di lokasi bersama petugas pemadam kebakaran.
"Kami masih bekerja dan fokus untuk pemadaman," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, api masih berkobar. Penyebab kebakaran, jumlah kerugian, maupun ada tidaknya korban jiwa masih dalam penyelidikan aparat kepolisian bersama instansi terkait.[] L24.Zal

