Lentera24.com | LANGSA – Usia 13 tahun bukanlah sekadar angka bagi PT Cut Meutia Medika Nusantara (PT CMN). Lebih dari itu, ia adalah rekam...
Lentera24.com | LANGSA – Usia 13 tahun bukanlah sekadar angka bagi PT Cut Meutia Medika Nusantara (PT CMN). Lebih dari itu, ia adalah rekam jejak dedikasi, ketangguhan, dan komitmen kemanusiaan yang tiada henti. Mengusung tema yang menyentuh hati, “Melayani Sepenuh Hati, Mutu layanan bukan sekedar janji tapi bukti,” malam puncak perayaan HUT ke-13 PT CMN yang digelar di halaman RSU Cut Meutia (RSUCM), Rabu (1/7/2026) malam, berlangsung penuh kehangatan, keakraban, dan refleksi mendalam.
Di bawah kepemimpinan Direktur PT CMN, Ernawati, perusahaan yang menaungi RSUCM ini tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, melainkan bertransformasi menjadi pilar edukasi kesehatan dan pelayan masyarakat yang tangguh. Keberhasilan ini tercermin dari kokohnya sinergi lintas sektoral serta loyalitas pelayanan, baik kepada masyarakat umum maupun kesejahteraan karyawannya.
Edukasi Hidup Sehat dan Aksi Nyata untuk Masyarakat
Kemeriahan hari jadi ini tidak dilewati dengan pesta pora, melainkan dengan rangkaian kegiatan yang sarat nilai edukasi dan kepedulian sosial. Mulai dari jalan santai dan senam sehat yang mengampanyekan pentingnya gaya hidup aktif, kompetisi mini soccer, pemilihan Agam Inong, hingga aksi sosial khitanan massal, pemberian bantuan iuran bpjs TK selama satu tahun kepada masyarakat sekitar.
Menariknya, PT CMN juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kolaborasi keamanan dan finansial dalam ekosistem kesehatan melalui kemitraan strategis dengan Polres Langsa serta Bank Syariah Indonesia (BSI).
“Malam ini saya merasakan satu anugerah yang luar biasa. Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang akan terus kami jaga dengan pelayanan terbaik. Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mempercayakan pelayanan kesehatannya kepada RSU Cut Meutia,” ujar Ernawati, yang akrab disapa Kak Nana, dengan mata berbinar penuh rasa syukur di hadapan para undangan.
Teruji di Tengah Badai: Refleksi Kemanusiaan Saat Banjir Besar
Sisi humanis RSUCM paling nyata terlihat saat ujian melanda. Sekda Kota Langsa, Suhartini, dalam sambutannya mengenang kembali momen heroik pada November tahun lalu saat banjir besar mengepung wilayah tersebut.
Di saat mobilitas lumpuh, di bawah komando manajemen yang solid, RSU Cut Meutia menolak menyerah. Rumah sakit ini tetap berdiri kokoh, beroperasi penuh 24 jam demi menyelamatkan nyawa masyarakat dari Kota Langsa, Aceh Tamiang, hingga Aceh Timur.
Apresiasi senada juga datang dari Region Head PTPN I Regional I, Wispramono Budiman. Ia memuji langkah cepat PT CMN dalam membangun fasilitas tambahan untuk menampung lonjakan pasien di masa-masa darurat tersebut. Ini menjadi bukti konkret edukasi manajemen risiko yang luar biasa: bahwa pelayanan kesehatan prima harus adaptif dan siap dalam situasi seburuk apa pun.
Harmoni Lintas Sektoral dan Apresiasi Mitra Strategis
Sebagai bentuk edukasi bahwa mutu kesehatan tidak bisa berdiri sendiri, Kak Nana menyerahkan cendera mata apresiasi kepada para mitra strategisnya:
Dinas Kesehatan Kota Langsa (Pilar Regulasi & Mutu)
BPJS Kesehatan Cabang Kota Langsa (Pilar Aksesibilitas Pelayanan)
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kota Langsa (Pilar Perlindungan Sosial & Kesejahteraan Pekerja)
Langkah ini menegaskan bahwa PT CMN sangat peduli pada jaminan perlindungan sosial, tidak hanya bagi pasien, tetapi juga bagi keberlanjutan kesejahteraan para karyawan dan tenaga medis yang menjadi garda terdepan.
Malam puncak pun semakin dinamis dan penuh warna dengan suguhan tarian tradisional Aceh yang dibawakan langsung oleh talenta-talenta internal PT CMN, menyimbolkan bahwa sekokoh apa pun modernisasi medis yang dikejar, akar budaya dan keramahan lokal tetap menjadi jiwa dalam melayani.
Acara ini turut dihadiri oleh para petinggi daerah dan korporasi, di antaranya Kapolres Langsa AKBP Mughi Prasetyo Habrianto, Kasdim 0104/ATIM Mayor Inf Hanafi, jajaran pimpinan PTPN IV Regional VI (Yudhi Cahyadi, T. Zein Ichwan, Ifri Handi Lubis), anggota DPRK Langsa, serta jajaran forkopimda lainnya.
Di usianya yang ke-13, di bawah nakhoda Ernawati, PT CMN sukses mengirimkan pesan penting bagi dunia kesehatan: bahwa mengobati dengan sains adalah keharusan, namun melayani dengan hati adalah kemuliaan. []L24.Sai
