Lentera24.com | JAKARTA – Sebuah langkah besar bagi masa depan desa-desa di Indonesia baru saja ditorehkan. Di bawah sorotan lampu Ballroom...
Lentera24.com | JAKARTA – Sebuah langkah besar bagi masa depan desa-desa di Indonesia baru saja ditorehkan. Di bawah sorotan lampu Ballroom The Djakarta Theater, Jakarta, pada Jumat malam (3/7/2026), atmosfer khidmat sekaligus penuh optimisme menyelimuti pelantikan akbar jajaran pengurus Srikandi Jaga Desa dari seluruh penjuru nusantara.
Organisasi sayap resmi dari Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) ini hadir membawa misi mulia: menempatkan perempuan sebagai poros utama penggerak, pengawas, dan pembangun desa yang transparan. Dengan mengusung tema "Perempuan Berdaya, Desa Sejahtera", momentum ini menandai babak baru penguatan peran kaum hawa dalam mengawal program-program strategis pemerintah pusat langsung di akar rumput.
Komitmen Hashim Djojohadikusumo: Perempuan adalah Benteng Pengawasan Desa
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden RI, Hashim S. Djojohadikusumo. Didampingi oleh Prof. Dr. Reda Manthovani, Hashim secara resmi mengukuhkan jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Indonesia.
Dalam prosesi tersebut, Ella Nurlaela Tubagoes resmi mengemban amanah baru sebagai Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa.
Dalam sambutan tunggalnya yang sarat akan pesan edukatif, Hashim Djojohadikusumo menekankan bahwa pelantikan ini berada pada momentum emas. Pasalnya, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tengah gencar menggulirkan berbagai program prioritas, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga Sekolah Rakyat.
"Program-program pemerintah dengan tujuan mulia sudah mulai berjalan, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan menumbuhkan kesehatan anak-anak di desa. Namun, jika pelaksanaannya tidak diawasi dan dibina dengan baik, hasilnya tentu tidak akan maksimal," ujar Hashim mengingatkan.
Secara humanis, Hashim mengetuk hati para pengurus bahwa keberhasilan program negara tidak semata-mata urusan birokrasi, melainkan tanggung jawab moral seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum perempuan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan domestik desa.
"Program yang bertujuan mulia jangan sampai gagal karena lemahnya pengawasan. Mari kita kawal bersama agar setiap program berjalan sesuai harapan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa," tegasnya.
Sinergi Strategis: ABPEDNAS dan SMSI Kawal Transparansi Lewat Media
Tidak hanya berfokus pada pengukuhan internal, acara malam itu juga melahirkan kolaborasi taktis demi keterbukaan informasi. ABPEDNAS secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).
Penandatanganan ini dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Ir. H. Indra Utama, M.PWK., IPU., dan Ketua Umum SMSI, Firdaus, di atas panggung utama dengan disaksikan oleh ratusan mata yang hadir.
Kerja sama ini menjadi langkah edukatif yang sangat strategis. SMSI, yang menaungi sekitar 3.181 perusahaan media siber di seluruh Indonesia, berkomitmen penuh untuk mengawal publikasi, edukasi, dan penyebarluasan informasi terkait program pembangunan desa. Salah satu poin konkret dari kerja sama ini adalah dukungan penuh terhadap program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa).
Guna memastikan pengawasan berjalan real-time dan menyentuh setiap wilayah, ABPEDNAS dan SMSI sepakat membentuk Pokja News Room Jaga Desa di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Kolaborasi multi-sektor ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem desa yang bersih, akuntabel, dan berorientasi penuh pada kesejahteraan warga.
Kehadiran Para Pemimpin Daerah
Kemegahan acara yang diarsiteki oleh tangan-tangan kreatif profesional muda ini semakin terasa istimewa dengan kehadiran deretan tokoh penting bangsa. Mulai dari Wakil Jaksa Agung RI, para Menteri dan Wakil Menteri, hingga jajaran Komisaris serta Direksi BUMN.
Tak ketinggalan, para kepala daerah turut hadir memberikan dukungan moral yang kuat. Tampak di antaranya Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta Gubernur Maluku Sherly Laos yang malam itu juga dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa.
Diawali dengan keindahan tari tradisional pada pukul 18.30 WIB dan diakhiri dengan sesi penyerahan penghargaan serta foto bersama, malam pelantikan ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah sebuah ikrar bersama bahwa dari tangan perempuan-perempuan berdaya dan kawalan media yang jernih, desa-desa di Indonesia siap melangkah menjadi entitas yang maju, mandiri, dan berdaulat.[]L24.Sai
