HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Bupati Armia Tegaskan Bantuan Banjir Hampir Rp1 Triliun Harus Utuh, Sepersen Pun Tak Boleh Dipotong!

Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Di tengah perjuangan masyarakat Aceh Tamiang bangkit dari dampak bencana hidrometeorologi, sebuah ketegasan ...



Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Di tengah perjuangan masyarakat Aceh Tamiang bangkit dari dampak bencana hidrometeorologi, sebuah ketegasan moral disuarakan langsung oleh Penjabat Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi. Ia memberikan ultimatum keras kepada pihak mana pun agar tidak mencoba-coba mengambil keuntungan sepeser pun dari air mata warga yang terdampak bencana.

Komitmen humanis ini disampaikan Armia saat meninjau langsung denyut nadi penyaluran bantuan uang perabot, pemulihan ekonomi, serta jatah hidup (jadup) di Kantor Cabang Pembantu Pos Kualasimpang, Selasa (30/6/2026).

"Sepersen pun tidak boleh ada pemotongan! Bantuan ini adalah hak mutlak masyarakat yang sedang kesusahan. Jangan ada yang berani coba-coba memotongnya," tegas Armia dengan nada bicara yang berwibawa namun penuh empati.


Wujud Hadirnya Negara di Tengah Duka Warga



Bagi Armia, dana stimulan bantuan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan wujud nyata kehadiran negara di saat rakyatnya sedang diuji oleh alam. Setiap rupiah yang dialokasikan ditujukan untuk memulihkan kembali sendi-sendi kehidupan masyarakat yang sempat lumpuh.

Armia mengedukasi semua pihak agar memiliki empati yang sama. Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menutup rapat semua celah pungutan liar (pungli) ataupun penyimpangan administrasi. Jika ditemukan ada oknum yang nekat menyunat bantuan tersebut, pemerintah daerah tidak akan segan-segan langsung menyerahkannya ke Aparat Penegak Hukum (APH).

"Masyarakat kita ini adalah korban bencana. Jangan ada lagi oknum yang menambah penderitaan mereka dengan memotong apa yang menjadi hak mereka," lanjutnya mengingatkan.

Dalam kesempatan yang sama, Armia juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Presiden RI Bapak Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri, Menteri Sosial, serta Kepala BNPB. Berkat komitmen gerak cepat pemerintah pusat, anggaran stimulan raksasa hampir menyentuh angka Rp1 triliun berhasil dikucurkan demi mempercepat pemulihan di bumi Bumi Muda Sedia.


Mengalirkan Harapan Baru Senilai Rp917,7 Miliar

Saat ini, wajah-wajah optimis mulai terlihat di Kantor Pos. Pemkab Aceh Tamiang sedang mengawal penyaluran bantuan tahap III dan IV. Skala bantuan kali ini terhitung sangat besar demi menyentuh seluruh lapisan korban yang membutuhkan:

Jaminan Hidup & Stimulan Ekonomi: Sebanyak 99.338 jiwa menerima bantuan Jadup, dan 39.264 kepala keluarga menerima stimulan ekonomi serta penggantian perabot rumah tangga dari Kemensos RI dengan total nilai Rp448,2 miliar.

Total Akumulasi Kemensos: Untuk penerima SK 1 hingga SK 4, total bantuan mencapai 52.411 KK (147.157 jiwa) dengan nilai mengesankan sebesar Rp625,1 miliar.

Perbaikan Rumah (BNPB): Sektor infrastruktur pemukiman juga dikebut. Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah kategori Rusak Ringan (RR) dan Rusak Sedang (RS) tahap III termin pertama telah cair sejak 22 Juni dengan serapan awal Rp93,75 miliar (dari total pagu perbaikan rumah Rp292,62 miliar).

Secara akumulatif, total stimulus yang digelontorkan pemerintah pusat untuk memulihkan Aceh Tamiang mencapai Rp917,7 miliar. Penyaluran ini didesain mengalir secara bertahap dari tanggal 20 Juni hingga 11 Juli 2026 melalui koordinasi ketat Datok Penghulu dan Kepala Dusun agar tidak menimbulkan kerumunan yang semrawut.

Edukasi Transparansi: Pemerintah Buka Posko Informasi




Sebagai bentuk edukasi transparansi publik, Pemkab Aceh Tamiang tidak ingin masyarakat bergerak dalam ruang informasi yang simpang siur. Pemerintah resmi membuka Pusat Komunikasi dan Informasi di Sekretariat Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, lantai satu Kantor Bupati Aceh Tamiang.

Armia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk cerdas dalam memilah informasi dan aktif mengawasi jalannya penyaluran dana stimulan ini. Jika melihat, mendengar, atau mengalami indikasi kecurangan, warga diminta jangan takut untuk melapor ke posko resmi.

"Kami ingin memastikan seluruh proses ini berjalan transparan, tepat sasaran, tanpa potongan, dan bersih dari penyimpangan. Pemulihan Aceh Tamiang adalah tanggung jawab kolektif yang harus kita selesaikan bersama dengan jujur dan terbuka," pungkas Armia menyemangati. Warga pun pulang membawa haknya dengan utuh, membawa secercah harapan baru untuk menata esok yang lebih baik. []L24.SWJ.