HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Bupati Aceh Tamiang Salurkan Serentak Bantuan Stimulan Tahap I-IV

  Lentera24 | ACEH TAMIANG – Senyum haru bercampur lega menghiasi wajah ribuan penyintas bencana ekologis dan hidrometeorologi yang memadat...

 


Lentera24 | ACEH TAMIANG – Senyum haru bercampur lega menghiasi wajah ribuan penyintas bencana ekologis dan hidrometeorologi yang memadati halaman Kantor Pos Indonesia Cabang Pembantu Kota Kualasimpang, Selasa (30/6/2026). Setelah melalui penantian panjang, titik terang yang dinanti akhirnya tiba. Langkah nyata Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) yang dikomandoi langsung oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang resmi dimulai dengan disalurkannya bantuan stimulan tahap I, II, III, dan IV secara serentak.

Di balik antrean yang mengular, tersimpan ribuan kisah perjuangan warga yang perlahan mulai bangkit dari keterpurukan. Bagi para penyintas, pencairan bantuan ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bukti nyata hadirnya negara yang digerakkan lewat komitmen penuh Bupati Aceh Tamiang bersama tim teknis PRR untuk memulihkan kehidupan masyarakat yang sempat porak-poranda.

Sinergi Bupati dan Tim PRR Tuai Apresiasi Warga

Keberhasilan menembus sekat birokrasi dan mempercepat pencairan dana stimulan ini memicu gelombang rasa syukur dari masyarakat. Secara spontan, warga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., beserta seluruh jajaran tim PRR Kabupaten Aceh Tamiang yang dinilai konsisten mengawal hak-hak warga terdampak.

"Terima kasih, Pak Bupati. Kami akhirnya menerima bantuan ini. Usaha Bapak bersama jajaran tim PRR dalam mengupayakan percepatan pascabencana benar-benar membuahkan hasil nyata. Semoga Allah membalas segala kebaikan Bapak," ujar salah seorang penerima dengan mata berkaca-kaca.




Begitu pun di KCP Bendahara, simpang empat antrian warga hingga kejalanan mengantri dengan sabar Penyaluran bantuan stimulan tahap I hingga IV 

Rasa lega yang sama juga diungkapkan oleh warga lainnya yang mengaku beban pikiran mereka kini jauh berkurang. "Kami sangat berterima kasih atas kegigihan Pak Bupati dan tim PRR dalam mempercepat penyaluran ini. Bantuan ini menjadi modal awal yang sangat berarti untuk menyambung hidup keluarga kami," ucapnya.

Bagi Misnan (40), warga Kampung Harum Sari, bantuan stimulan ini adalah bentuk nyata dari program pemulihan ekonomi yang ia tunggu-tunggu. Dana tersebut akan langsung dialokasikan untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga yang sempat terbengkalai sejak bencana melanda.

"Alhamdulillah, sekarang kami bisa membeli kebutuhan rumah tangga untuk memulai hidup baru. Terima kasih banyak kepada Pak Bupati Armia dan jajaran pemerintah," tuturnya dengan penuh optimisme.

Cerita serupa datang dari Ramadhan (41), warga Kampung Bundar. Pria yang berprofesi sebagai pelaku usaha mikro ini berharap langkah rehabilitasi ini menjadi titik balik bagi usahanya yang sempat mati suri.

Ramadhan juga mengajak sesama penyintas yang belum mendapatkan giliran pencairan untuk tetap bersabar dan mengawal proses yang sedang berjalan.

"Saya berharap warga yang belum menerima tetap sabar. Semua pasti mendapat giliran karena tim PRR sedang bekerja. Jangan menyalahkan Pak Bupati, karena beliau dan jajaran sudah berjuang mati-matian untuk kita masyarakat. Hari ini, kami adalah buktinya," kata Ramadhan.

Sentuhan humanis dari program percepatan pemulihan ini juga sangat dirasakan oleh Linda (35). Warga Kampung Bundar yang saat ini terpaksa tinggal di Hunian Sementara (Huntara) II di depan SMP Negeri 1 Karang Baru ini, memandang bantuan tersebut sebagai berkah luar biasa bagi bayinya yang baru lahir.

Dana bantuan ini akan ia prioritaskan untuk keperluan sang buah hati dan kebutuhan domestik sehari-hari.

"Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami membeli perlengkapan bayi. Terima kasih kepada Pak Bupati Armia yang terus mengawal proses PRR ini ke pemerintah pusat agar bantuan bisa segera disalurkan," ungkap Linda penuh syukur.

Ia juga memuji konsistensi jajaran Pemkab Aceh Tamiang yang tidak lelah mendampingi warga. "Terima kasih atas dedikasi pemerintah yang terus bekerja tanpa lelah dalam program rekonstruksi ini agar kami bisa kembali menatap masa depan," tambahnya.


Pengakuan dari Luar Daerah: Komitmen Sejak Hari Pertama

Kegigihan Bupati Armia Pahmi dalam memimpin agenda Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) ini ternyata juga mengundang simpati dari wilayah tetangga. Herman (50), seorang warga dari Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mengaku takjub melihat komitmen kepemimpinan di Aceh Tamiang.

Herman yang memantau perkembangan penanganan pascabencana di Aceh Tamiang menyebut, koordinasi aktif yang dibangun bupati ke tingkat provinsi hingga pusat menjadi kunci suksesnya percepatan ini.

"Saya melihat sendiri Bupati Aceh Tamiang bekerja sejak hari pertama bencana terjadi. Beliau terus membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat agar program rehabilitasi dan rekonstruksi ini lekas terealisasi," puji Herman.

Ia menambahkan, kepedulian tersebut sudah terlihat sejak masa tanggap darurat, jauh sebelum dana dari pemerintah pusat turun. "Saya memang bukan warga Aceh Tamiang, tapi saya saksi bagaimana kerja keras pemerintah daerah dan tim PRR dalam mendampingi masyarakatnya di masa sulit. Seluruh elemen warga harus mendukung penuh pemulihan ini," tegasnya.

Di tengah riuhnya halaman kantor pos yang dipenuhi harapan baru, senyum yang merekah dari para penerima bantuan menjadi potret optimisme bersama. Lewat komitmen kuat Bupati Armia Pahmi dan kerja terukur tim PRR, masyarakat kini memiliki fondasi yang kokoh untuk bangkit bergotong royong, membawa Aceh Tamiang menuju pemulihan yang lebih cepat, menyeluruh, dan berkelanjutan. []