Lentera24.com | ACEH TAMIANG — Perjalanan hidup seseorang selalu menyimpan ruang untuk hijrah dan kedamaian. Hal itulah yang tercermin kuat...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG — Perjalanan hidup seseorang selalu menyimpan ruang untuk hijrah dan kedamaian. Hal itulah yang tercermin kuat dari sosok Ustaz Dede Nurjanata. Mantan narapidana terorisme (napiter) yang pernah berada di jalur radikalisme jaringan Jamaah Islamiyah (JI) ini, kini melangkah mantap di jalan dakwah yang menyejukkan: membangun jiwa nasionalisme dan merawat keutuhan NKRI.
Duduk di balik meja kerjanya dengan balutan baju koko dan peci hitam, Ustaz Dede kembali menyampaikan pesan kebangsaan yang sarat makna. Nada suaranya yang lembut namun tegas menyiratkan ketulusan seorang hamba yang telah menemukan arti sejati dari perjuangan dan cinta Tanah Air.
Transformasi Jiwa dan Seruan Kebangsaan
Perubahan peran dari masa lalu yang kelam menjadi pembina umat dan pilar kebangsaan menjadikan setiap kata yang diucapkannya memiliki daya sentuh yang mendalam bagi masyarakat:
Pesan Merawat Persatuan:
"Mari kita teruskan perjuangan para pahlawan kita dengan berkarya, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," tutur Ustaz Dede dengan riak wajah yang penuh kesungguhan.
Menyemarakkan Simbol Negara:
Di tengah momen peringatan hari kemerdekaan, beliau terus konsisten mengajak warga Aceh Tamiang dan masyarakat luas untuk bangga mengibarkan bendera Merah Putih di pemukiman mereka sebagai wujud syukur atas kemerdekaan.
Pendidikan Nilai Kebangsaan bagi Generasi Muda:
Tidak hanya lewat pesan media, beliau secara aktif memimpin pembinaan nilai-nilai Pancasila dan cinta Tanah Air di lingkungan pesantren, membimbing para santri agar tumbuh menjadi generasi religius yang kokoh menjaga NKRI.
Ketulusan yang Menyentuh Hati
Kisah Ustaz Dede Nurjanata memberikan pelajaran berharga bahwa keikhlasan untuk berubah dapat menjadi pencerah bagi sesama. Pekikan "Salam Merdeka!" yang diiringi kepalan tangan tegak di akhir pesannya bukan sekadar retorika, melainkan simbol ikrar suci seorang anak bangsa yang kini mendedikasikan hidupnya untuk kedamaian, persatuan, dan kemajuan Indonesia.[]L24.Sai
