HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Menjaga Asa Komunikasi Sosial: RAPI 01.10 Aceh Tamiang Matangkan Persiapan MUSWIL VI

​Lentera24.com | Aceh Tamiang — Di balik hening malam dan hiruk-pikuk jaringan seluler modern, keberadaan Radio Antar Penduduk Indonesia (...


​Lentera24.com | Aceh Tamiang — Di balik hening malam dan hiruk-pikuk jaringan seluler modern, keberadaan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) tetap menjadi garda terdepan komunikasi darurat dan kemasyarakatan. Semangat pengabdian tanpa pamflet ini kembali bergelora saat keluarga besar RAPI Wilayah 01.10 Kabupaten Aceh Tamiang menggelar silaturahmi dan duduk bersama pada Jumat malam (7/8/2026).

​Berlokasi di Syabab Coffee BTN Satelit Graha, Kampung Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, ruang hangat tersebut dipenuhi para pengurus demisioner, sesepuh, hingga jajaran anggota. Misi utama mereka satu: memastikan Musyawarah Wilayah (MUSWIL) VI yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (8/8/2026) berjalan matang, humanis, dan demokratis.

​10-28 (Ada di Mana): Bukan Sekadar Rapat, Tapi Ruang Edukasi Organisasi

​Di balik cangkir kopi yang mengepul, rapat teknis persiapan MUSWIL VI dipimpin langsung oleh Ketua RAPI Kabupaten Aceh Tamiang, Salbiah, S.Pdi., M.M. (JZ 01 BGB).

​Lebih dari sekadar membahas mekanisme teknis dan susunan acara, suasana rapat terasa kental dengan edukasi keorganisasian. Para senior dan sesepuh membagikan pengalaman seputar pentingnya menjaga etika komunikasi radio (operating procedure) serta tata kelola organisasi yang sesuai AD/ART.

​"Duduk bersama ini adalah bentuk pertanggungjawaban moral kita. MUSWIL bukan sekadar pergantian tampuk kepemimpinan, melainkan proses belajar berdemokrasi dengan santun dan transparan. Kita ingin regenerasi di RAPI 01.10 Aceh Tamiang lahir dari landasan kebersamaan yang kokoh," tutur Salbiah (JZ 01 BGB) penuh kehangatan.


​Sinergi Tanpa Batas: Menguatkan Peran Sosial RAPI

​Di era digital, peran RAPI sering kali teruji saat bencana alam atau krisis terjadi—di mana sinyal seluler kerap lumpuh. Dalam momen koordinasi ini, Salbiah mengingatkan kembali hakikat utama RAPI sebagai simpul komunikasi kebencanaan dan giat sosial kemasyarakatan di Bumi Muda Sedia.

​Tiga pilar utama yang dipersiapkan dalam perhelatan MUSWIL VI mendatang mencakup:

  • ​Edukasi Kepengurusan: Melahirkan kader pimpinan yang solid, adatif, dan responsif terhadap kebutuhan informasi masyarakat.
  • ​Penguatan Sinergi: Mempererat tali persaudaraan antar-anggota lintas generasi, dari senior pemegang callsign lama hingga anggota muda.
  • ​Kesiapsiagaan Bencana: Memastikan kesiapan instrumen komunikasi radio sebagai cadangan informasi vital wilayah Aceh Tamiang.

​Menyongsong Titik Balik Keberlanjutan

​Muswil VI bukan akhir dari sebuah masa bakti, melainkan momentum reset untuk melangkah lebih jauh. Harapan besar tertuju agar MUSWIL VI RAPI Wilayah 01.10 Aceh Tamiang besok dapat melahirkan program kerja yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan jiwa sosial yang menjadi jati diri RAPI.

​"Melalui MUSWIL VI ini, kita ingin mengetuk hati setiap anggota bahwa frekuensi yang kita gunakan adalah milik publik, dan tugas kita adalah memanfaatkannya untuk kebaikan bersama. Semoga kepengurusan mendatang mampu membawa RAPI Aceh Tamiang semakin bermanfaat, tangguh, dan dicintai masyarakat," tutup Salbiah. []L24.SWJ