Lentera24.com | JAKARTA — Gemuruh antusiasme melingkupi Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (8/8/2026). Ribuan...
Lentera24.com | JAKARTA — Gemuruh antusiasme melingkupi Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (8/8/2026). Ribuan pasang mata dan jemari tangkas anak muda berkumpul dalam helatan E-Sports Kapolri Cup 2026.
Bukan sekadar ajang adu mekanik di atas panggung digital, kompetisi berstatus nasional ini menjadi pembuktian bahwa hobi gawai yang ditekuni secara serius mampu mekar menjadi prestasi yang membanggakan.
Panggung Utama untuk Masyarakat Umum
Ajang Kapolri Cup 2026 membawa konsep yang segar. Berbeda dari prasangka umum, kompetisi ini sama sekali tidak mempertandingkan personel kepolisian, melainkan membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat umum, khususnya generasi muda dari pelosok negeri.
Sebanyak 35.936 peserta yang tersebar di 34 Polda dan 403 Polres terdaftar untuk berlaga. Mereka merajut asa secara berjenjang dari tingkat daerah hingga akhirnya berkesempatan menginjakkan kaki di panggung megah tingkat nasional.
"Di sini Polri tidak menjadi pemain, melainkan pihak yang menyediakan panggung. Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka," terang pihak penyelenggara.
Dari Hobi Menjadi Skill, Dari Skill Menjadi Prestasi
Mengusung tagline “Dream to Become”, kejuaraan ini membawa pesan humanis: setiap anak muda berhak bermimpi dan mewujudkannya.
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan bahwa kehadiran Polri di ruang digital bukan lagi sekadar urusan pengamanan, melainkan upaya merangkul dan membangun kepercayaan bersama generasi penerus.
"Aktivitas yang dahulu dipandang sebatas hobi kini telah tumbuh menjadi ruang ekspresi, kompetisi, dan prestasi yang diakui secara luas. Jangan cuma jadi penonton, jadilah talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat global," ujar Komjen Dedi saat membuka acara secara resmi.
Ia menambahkan, kemenangan dalam e-sports tidak semata-mata mengandalkan ketajaman refleks atau kemampuan teknis semata, melainkan juga menguji pembentukan karakter.
Nilai Utama E-Sports:
Sportivitas dan disiplin tinggi
Kerja sama tim dan komunikasi
Kreativitas serta jiwa kepemimpinan
Kolaborasi Lintas Lembaga Bangun Ekosistem Digital
Mematangkan e-sports sebagai cabang olahraga prestasi memerlukan sinergi yang solid. Polri menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Indonesia Esports Association (IESPA), dengan dukungan berbagai kementerian dan lembaga terkait seperti Kemenko PMK, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kemenpora, TNI, Kejaksaan Agung, hingga BSSN.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini mempertegas posisi e-sports di Indonesia: tak lagi sekadar permainan di layar gawai, melainkan pilar penting dalam pengembangan talenta digital, industri kreatif, ekonomi digital, serta wadah interaksi positif bagi generasi muda bangsa.[]L24.Anto
