HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Membangun Generasi Emas dari Rumah: Pemko Langsa dan BKKBN Aceh Perkuat Ketahanan Keluarga

Lentera24.com | KOTA LANGSA — Keluarga bukan sekadar tempat pulang, melainkan madrasah pertama tempat karakter, etika, dan kasih sayang dia...


Lentera24.com | KOTA LANGSA — Keluarga bukan sekadar tempat pulang, melainkan madrasah pertama tempat karakter, etika, dan kasih sayang diajarkan. Menyadari krusialnya peran tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Langsa bersama BKKBN Aceh menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran keluarga sebagai pondasi utama melahirkan generasi masa depan yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.

Komitmen bersama ini mengemuka dalam Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2026 yang digelar di Vitra Convention Hall, Rabu (12/8/2026).

Mewakili Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra, Asisten I Pemko Langsa, Al Azmi, membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi strategis ini. Menurutnya, memperkokoh ketahanan keluarga secara langsung menentukan kokohnya masa depan bangsa.

"Keluarga adalah pondasi utama kehidupan sosial kita. Di sanalah anak-anak pertama kali mengenal nilai agama, etika, kasih sayang, dan rasa tanggung jawab. Karena itu, memperkuat keluarga berarti kita sedang memperkokoh masa depan bangsa," ujar Al Azmi penuh penekanan.

Memperkuat Delapan Fungsi Keluarga

Merujuk pada UU Nomor 52 Tahun 2009, Al Azmi mengingatkan bahwa pembangunan ketahanan dan kesejahteraan keluarga bertumpu pada penguatan delapan fungsi keluarga:

Keagamaan

Sosial budaya

Cinta kasih

Perlindungan

Reproduksi

Sosial dan pendidikan

Ekonomi

Pembinaan lingkungan

Oleh sebab itu, Program Bangga Kencana dinilai menjadi instrumen vital agar setiap rumah tangga di Kota Langsa mampu tumbuh menjadi keluarga yang harmonis dan sejahtera.

Namun, ia menegaskan bahwa langkah besar ini tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, tokoh masyarakat, hingga seluruh lapisan warga.

"Pemerintah daerah, instansi vertikal, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat harus seiring sejalan. Ini adalah langkah strategis menuju Kota Langsa dan Aceh yang mandiri, sehat, dan berdaya saing," tambahnya.

Pengasuhan Holistik: Dari Ayah Teladan hingga Lansia Berdaya

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh, Safrina Salim, SKM, M.Kes, menekankan pentingnya pendampingan keluarga yang mencakup seluruh siklus kehidupan—mulai dari masa kehamilan, tumbuh kembang anak, remaja, usia produktif, hingga masa lanjut usia.

"Pembangunan keluarga tidak hanya seputar pengendalian jumlah penduduk, tetapi menyentuh kualitas hidup secara menyeluruh: kesehatan, pola asuh, pendidikan, hingga kesiapan menghadapi masa tua," jelas Safrina.

Salah satu fokus mendesak saat ini adalah percepatan pencegahan stunting. BKKBN Aceh mendorong berbagai gerakan nyata yang melibatkan peran aktif keluarga, di antaranya:

Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI): Mendorong peran ayah agar tidak hanya mencari nafkah, melainkan hadir secara emosional, memberikan keteladanan, serta terlibat aktif dalam pendidikan dan perlindungan anak.

Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting): Mengajak kepedulian bersama dalam pemenuhan gizi anak.

Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA): Wadah pendukung pengasuhan anak yang ramah dan aman.

Lansia Berdaya (SIDAYA): Program pemberdayaan agar kelompok lanjut usia tetap sehat, aktif, dan mandiri.

Sinergi Bersama Menuju 'Langsa Juara'

Melalui sosialisasi ini, Pemko Langsa berharap edukasi yang disampaikan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

"Semoga ikhtiar ini mampu mewujudkan keluarga berkualitas, masyarakat sejahtera, Langsa Juara, dan Aceh Hebat menuju Indonesia Emas 2045," tutup Al Azmi.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRK Langsa Bayu Setiawan, Plt. Kepala DP3Dalduk dan KB Kota Langsa Muhammad Tarmizi, Tim Penggerak PKK, Koordinator Balai KB, Penyuluh dan Kader KB, Forum GenRe, Kader TPK, serta para tokoh agama dan masyarakat Kota Langsa.[]L24.Anto