Lentera24.com | SEMARANG — Saban Sabtu pagi, Lapangan Pancasila Simpang Lima biasanya diramaikan oleh warga Kota Semarang yang berolahraga....
Lentera24.com | SEMARANG — Saban Sabtu pagi, Lapangan Pancasila Simpang Lima biasanya diramaikan oleh warga Kota Semarang yang berolahraga. Namun, Sabtu (8/8/2026) kali ini nuansanya terasa berbeda. Sejak pukul 07.30 WIB, ribuan kader berbaju merah khas Tapak Suci menyemut, memadati jantung kota Semarang dengan energi yang membuncah.
Di bawah langit Semarang yang cerah, Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah resmi ditabuh. Mengusung napas “Berakar Tradisi, Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia”, perhelatan akbar ini tak sekadar agenda organisasi biasa, melainkan panggung kebersamaan antara simpul persilatan, ulama, hingga jajaran pejabat tinggi negara.
Momen paling emosional dan berkesan terjadi ketika Ketua Umum PP Tapak Suci, Drs. H. Muhammad Afnan Hadikusumo, melangkah ke depan untuk menganugerahkan gelar Anggota Kehormatan Tapak Suci kepada Kapolri dan Wali Kota Semarang.
Saat kain kehormatan disematkan, riuk tepuk tangan ribuan kader membahana. Bagi Kapolri, penghargaan ini bukan sekadar simbol kehormatan di atas kertas, melainkan sebuah ikatan batin yang mendalam.
"Penghargaan ini adalah amanah sekaligus pengikat tali persaudaraan yang erat antara Polri dan keluarga besar Tapak Suci. Mari bersama-sama kita terus mengabdi untuk bangsa dan negara," tutur Kapolri dengan nada penuh kehangatan saat menyampaikan sambutannya.
Sinergi Menjaga Negeri di Tengah Tantangan Zaman
Di hadapan ribuan pendekar muda dan tokoh-tokoh penting, Kapolri turut menyoroti dinamika geopolitik dan ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Ia mengapresiasi ketahanan ekonomi Indonesia yang masih berdiri kokoh dan tumbuh 5,29% (YoY) pada Triwulan II 2026.
Namun, benteng pertahanan bangsa tak hanya soal angka ekonomi. Kapolri menilai, jutaan kader Tapak Suci yang tersebar hingga ke pelosok negeri adalah aset berharga untuk menjaga kedamaian sosial.
Jaringan luas ini diharapkan bisa menjadi cooling system—penyejuk di tengah hangatnya isu masyarakat—guna mencegah konflik, menangkal arus hoaks, serta membentengi generasi muda dari ancaman judi online, narkoba, dan aksi kekerasan. Sinergi ini dinilai menjadi pilar krusial dalam memperkuat program Sabuk Kamtibmas Polri.
Kemegahan Tradisi dan Pesan Keharmonisan
Suasana muktamar berlangsung khidmat sekaligus semarak. Rangkaian acara dibuka dengan lantunan syahdu Kalam Ilahi, pembacaan Ikrar Tapak Suci yang membakar semangat, hingga prosesi pelantikan Pendekar Kehormatan.
Muktamar XVI ini resmi dibuka langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. KH. Haedar Nashir. Kemeriahan acara turut disaksikan oleh jajaran tokoh nasional yang hadir lesehan dan menyapa para peserta, di antaranya:
Prof. Dr. H. Abdul Mu'ti, M.Ed. (Mendikdasmen RI)
Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. (Penasehat Khusus Presiden RI)
Komjen Pol. (Purn) Drs. Ahmad Luthfi (Gubernur Jawa Tengah)
Letjen TNI Dr. Mohamad Hasan (Wakil Ketua Umum PB IPSI).
Sebagai penutup yang manis, riuh tepuk tangan kembali pecah saat para pendekar menampilkan Seni Pencak Budaya Tapak Suci. Gerakan silat yang tegas namun estetis memperlihatkan betapa indahnya warisan budaya bangsa yang terus dirawat oleh generasi muda Muhammadiyah ini.
Acara kemudian diakhiri dengan penyerahan apresiasi, meninggalkan kesan mendalam bahwa tradisi silat tak hanya soal bela diri, tetapi juga soal menjaga keharmonisan dan persatuan Indonesia. []L24.Anto
