HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Lewat Lagu "Gas Beracun", Bang Gaes Suarakan Jeritan Warga Terdampak Pencemaran Udara

Lentera24.com | ACEH TIMUR – Udara yang sejatinya menjadi sumber kehidupan, kini justru menjelma menjadi ancaman yang menyesakkan dada. Rea...


Lentera24.com | ACEH TIMUR – Udara yang sejatinya menjadi sumber kehidupan, kini justru menjelma menjadi ancaman yang menyesakkan dada. Realitas kelam inilah yang memantik gelisah di hati Maimunzir. Musisi sekaligus pegiat sosial yang akrab disapa Bang Gaes ini kembali mengetuk kesadaran publik lewat karya musik terbarunya yang sarat akan kritik sosial, berjudul “Gas Beracun”.

Lagu yang dijadwalkan rilis pekan ini bukan sekadar deretan nada untuk menghibur. “Gas Beracun” adalah sebuah manifesto perlawanan, potret dari jeritan pilu masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan bayang-bayang pencemaran udara akibat aktivitas industri di lingkungan mereka.

Terinspirasi dari Air Mata dan Evakuasi Warga

Melalui lirik yang tajam dan emosional, Bang Gaes memotret langsung penderitaan fisik dan psikologis warga. Ia menggambarkan bagaimana masyarakat harus bertaruh nyawa melawan sesak napas, terpaksa mengungsi dari rumah mereka sendiri, hingga harus dilarikan ke ruang perawatan medis akibat dugaan paparan gas berbahaya.

“Lagu ini lahir dari apa yang saya saksikan langsung di lapangan. Saat meliput, saya melihat sendiri bagaimana warga harus mengungsi, bahkan ada yang dilarikan ke rumah sakit karena diduga terpapar gas beracun. Dari sanalah batin saya tergerak untuk menyuarakan keresahan mereka lewat musik,” ungkap Bang Gaes, Jumat (5/6/2026).

Suasana mencekam itu tergambar jelas dalam bait-bait liriknya. Potongan lirik seperti ‘Setiap tarikan nafas rasa terbakar’ dan ‘Hidup dalam gempuran gas beracun’ menjadi simbol betapa berharganya hak dasar atas lingkungan yang sehat—sebuah hak yang perlahan tercerabut dari kehidupan warga.

Kritik Tajam: "Racun Tidak Jatuh dari Langit"

Lebih dalam dari sekadar isu kesehatan, lagu ini juga menjadi tamparan keras bagi pihak-pihak yang dinilai menutup mata demi keuntungan ekonomi. Bang Gaes dengan lugas menyiratkan bahwa penderitaan ini adalah ulah manusia; racun tersebut tidak turun dari langit, melainkan lahir dari kepulan asap hitam yang terus membubung dari cerobong-cerobong industri.

Bagi Bang Gaes, musik adalah senjata budaya yang efektif untuk membangun kesadaran kolektif. Ia menegaskan bahwa kemajuan ekonomi tidak boleh dibayar dengan kesehatan masyarakat.

“Pembangunan dan investasi itu memang penting, tetapi keselamatan manusia dan kelestarian lingkungan tidak bisa ditawar. Harus tetap menjadi prioritas utama. Lagu ini adalah bentuk kepedulian sekaligus harapan agar semua pihak lebih peka,” tegasnya.

Sentuhan Rock Balada yang Kelam dan Bernyawa

Secara musikalitas, "Gas Beracun" dikemas dalam balutan genre rock balada yang berpadu apik dengan dentingan piano melankolis. Aransemen ini sengaja dipilih untuk memperkuat atmosfer yang kelam, sedih, namun di saat yang sama memancarkan energi perlawanan yang kuat.

Karya ini menjadi lebih hidup berkat kolaborasi apik dengan para musisi lokal yang memberikan karakter kuat pada setiap instrumennya. Lagu "Gas Beracun" ini lahir dari buah pemikiran Maimunzir bersama Safwan sebagai pencipta lagu. Di dapur rekaman, Maimunzir mengambil peran sebagai vokalis utama, menghidupkan lirik demi lirik dengan suaranya yang berkarakter.

Kekuatan aransemen lagu ini semakin solid berkat kawalan Ebon pada petikan gitar, Safwan yang mengisi bagian piano, serta Yus yang menjaga ritme pada bass. Seluruh proses rekaman dan produksi magis ini rampung digarap di bawah bendera Sultan Studio, dan siap menyapa pendengar pada pekan ini di bulan Juni 2026.

Melalui lagu "Gas Beracun", Bang Gaes tidak hanya sedang merilis sebuah karya seni. Ia sedang menitipkan sebuah pesan kemanusiaan yang mendalam: bahwa di balik setiap asap industri yang mengotori langit, ada hak hidup dan masa depan anak-cucu warga yang sedang dipertaruhkan.[]L24.Zal