HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Tiga Universitas Berkolaborasi Pulihkan Aceh Tamiang Pascabanjir Melalui KKN Kemanusiaan

Lentera24.com  | ACEH TAMIANG – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang kembali ditunjukkan melalui aksi ...

Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang kembali ditunjukkan melalui aksi nyata mahasiswa. Universitas Samudra (UNSAM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kemanusiaan Kolaborasi selama satu bulan di Kabupaten Aceh Tamiang.

KKN Kemanusiaan Kolaborasi dilaksanakan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Manyak Payed, Kecamatan Bendahara, dan Kecamatan Karang Baru, dengan cakupan 24 desa.

Pelaksanaan program difokuskan pada tiga agenda utama, yaitu pembersihan fasilitas umum, pengadaan pendidikan darurat, serta pendampingan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana.

Salah satu desa yang menjadi lokasi pengabdian adalah Desa Alue Ie Puteh, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Sebanyak 15 mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 7 memulai pengabdian secara resmi pada 10 Januari 2026. Selama satu bulan, mahasiswa melaksanakan tiga program kerja utama, yaitu “PEDULI”, “BANGKIT”, dan “Pembangunan Perpustakaan Desa”.

Program “PEDULI” difokuskan pada pemulihan lingkungan dan fasilitas umum pascabanjir.

Kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan rumah warga yang masih berlumpur serta penataan lingkungan sekitar. Mahasiswa KKN Kelompok 7 juga membersihkan meunasah dengan fokus pada area dalam, kamar mandi, dan tempat wudhu agar kembali nyaman digunakan. 

Selain itu, dilakukan pembersihan dan penataan gudang PKK, gotong royong membersihkan sampah di lingkungan dayah bersama santri dan anak-anak desa, serta pembersihan depot air dari lumpur yang merupakan satu-satunya fasilitas penyedia air bersih di desa tersebut.

Upaya perbaikan infrastruktur sederhana turut dilaksanakan, seperti pembersihan parit yang tersumbat lumpur melalui gotong royong bersama warga, pembersihan saluran air desa yang dimanfaatkan sebagai sumber air bagi petani, serta perbaikan saluran air di salah satu rumah warga.


Sementara itu, program “BANGKIT” berfokus pada pemulihan psikososial, pendidikan, kesehatan, dan spiritual. Mahasiswa KKN Kemanusiaan kelompok 7 turut mengikuti kegiatan mengaktifkan kembali layanan kesehatan ibu dan anak terpadu melalui kegiatan Posyandu, berpartisipasi dalam tradisi adat turun tanah yang diselenggarakan warga sebagai bentuk syukur atas pertambahan usia balita, serta menyalurkan Al-Qur’an dan Iqro kepada masyarakat dan Dayah sebagai upaya mendukung penguatan nilai-nilai spiritual di tengah masa pemulihan.

Dalam aspek pendampingan sosial, berbagai kegiatan digelar bagi anak-anak desa, seperti memancing, bermain sepak bola, senam pagi bersama, trauma healing, serta pelaksanaan pendidikan darurat untuk memastikan proses belajar tetap berjalan pascabencana.


Pendidikan darurat tersebut juga dilaksanakan di SMP Negeri 2 Ujung Tanjung, bersamaan dengan pendampingan psikososial guna membantu memulihkan semangat belajar dan kondisi psikologis siswa setelah terdampak bencana.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemulihan sektor pendidikan, mahasiswa KKN Kemanusiaan kelompok 7 menginisiasi pembangunan Perpustakaan Desa “Pelita Harapan” di Desa Alue Ie Puteh. Perpustakaan ini diharapkan menjadi ruang belajar yang nyaman sekaligus pusat literasi yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak dan seluruh masyarakat desa.

“Kami percaya masa depan anak-anak dimulai dari literasi yang baik. Perpustakaan Pelita Harapan ini adalah langkah kecil kami untuk menyalakan cahaya harapan di desa ini pascabencana banjir,” ujar Reza, ketua KKN Kemanusiaan kelompok 7.

Datok Desa Alue Ie Puteh, Sopian, menyampaikan apresiasi atas inisiatif pembangunan Perpustakaan Pelita Harapan yang dihadirkan di desanya.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada mahasiswa KKN atas inisiatif mendirikan Perpustakaan Pelita Harapan. Semoga fasilitas ini menjadi pusat pembelajaran dan mampu meningkatkan minat baca serta kualitas pendidikan anak-anak di desa kita pascabencana banjir,” ujarnya.

Pembangunan perpustakaan didukung melalui kegiatan donasi berupa buku bacaan, Al-Qur’an, Iqro, alat tulis, serta berbagai perlengkapan belajar lainnya. Proses pembangunan dilaksanakan sejak 24 Januari 2026 hingga 2 Februari 2026, dan secara resmi diresmikan pada 3 Februari 2026 sebagai fasilitas literasi baru bagi masyarakat Desa Alue Ie Puteh.

Melalui kolaborasi KKN Kemanusiaan dari tiga universitas ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mempercepat pemulihan pascabanjir serta menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dan optimisme masyarakat di Desa Alue Ie Puteh dan wilayah Aceh Tamiang secara umum.[]L24.Raz