Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Suasana haru menyelimuti Aula Setdakab Aceh Tamiang pada Kamis (12/2/26) pagi. Sebagai bentuk gerak cepat da...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Suasana haru menyelimuti Aula Setdakab Aceh Tamiang pada Kamis (12/2/26) pagi. Sebagai bentuk gerak cepat dan kepedulian nyata, Pemerintah menyalurkan santunan kematian kepada 114 ahli waris korban banjir dan tanah longsor.
Total santunan sebesar Rp 15 juta per jiwa diserahkan langsung oleh Fatma Saifullah Yusuf, perwakilan Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni), didampingi Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, MH.
Bupati Armia Pahmi menegaskan bahwa bantuan dari Kementerian Sosial RI ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti bahwa negara tidak membiarkan rakyatnya berjuang sendirian di masa sulit.
"Ini adalah wujud kehadiran negara untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Kami memastikan setiap ahli waris menerima haknya secara penuh tanpa potongan," tegas Bupati Armia.
Untuk menjaga kenyamanan para penerima, proses penyerahan dibagi menjadi dua titik strategis:
Halaman Kantor Bupati: Melayani 104 ahli waris.
SD Negeri 1 Kejuruan Muda: Melayani 10 ahli waris lainnya.
Bantuan Berlanjut: Dari Luka Berat hingga Pemulihan Ekonomi
Pemerintah memastikan perlindungan sosial tidak berhenti pada santunan kematian saja. Plt. Kadinsos, Ahmad Yani, memaparkan skema bantuan lanjutan yang sedang berjalan:
Korban Luka Berat: Santunan sebesar Rp 5 juta per orang (berdasarkan verifikasi medis).
Ganti Rugi Perabot: Usulan bantuan Rp 3 juta per KK untuk 1.286 warga terdampak.
Pemulihan Ekonomi: Bantuan modal usaha sebesar Rp 5 juta.
Jaminan Hidup (Jadup): Dana harian Rp 15 ribu per jiwa selama 90 hari.
"Seluruh administrasi sedang diproses di pusat. Kami berharap bantuan ini menjadi pemantik semangat bagi masyarakat Aceh Tamiang untuk kembali bangkit dan menata hidup pascabencana," pungkas Ahmad Yani.[]L24.Sai
