HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Sikap Berani Bupati Aceh Tamiang Soal Huntap: Langkah Kemanusiaan di Mata Generasi Muda

Muhammad Abdi Pratama, SE, Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Aceh Tamiang Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Di balik dinding Aula ...


Muhammad Abdi Pratama, SE, Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Aceh Tamiang

Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Di balik dinding Aula Setdakab Aceh Tamiang pada Selasa (10/2/2026), sebuah keputusan besar lahir. Bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan sebuah pertaruhan nurani bagi ribuan warga yang masih terhimpit ketidakpastian pascabanjir.

Melalui rapat koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA), Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., mengirimkan sinyal tegas Waktu untuk berdiplomasi sudah habis, kini saatnya eksekusi.

Peringatan keras dilayangkan kepada pimpinan perusahaan kelapa sawit, baik sektor BUMN maupun swasta. Bupati menegaskan bahwa penyediaan lahan untuk Hunian Tetap (Huntap) adalah mandatori kemanusiaan yang tidak bisa lagi ditawar oleh selembar kertas administrasi.

Langkah taktis ini memantik respons positif dari kalangan muda. Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Aceh Tamiang, Muhammad Abdi Pratama, SE, menilai ketegasan sang Bupati adalah bentuk kepemimpinan yang berkarakter dan berpihak pada rakyat kecil.

"Ini bukan sekadar kebijakan, ini adalah pembelaan. Ketika rakyat menderita dan hidup dalam kondisi tidak layak, negara tidak boleh ragu. Penetapan deadline oleh Bupati adalah langkah berani agar pembangunan Huntap tidak lagi tersandera kepentingan korporasi," ujar Abdi dengan nada optimis.

Abdi melihat fenomena ini sebagai preseden baik dalam tata kelola pemerintahan di Aceh Tamiang. Baginya, kehadiran sosok pemimpin yang mampu "menggedor" pintu tanggung jawab sosial perusahaan adalah angin segar bagi pemulihan daerah.

Dukungan penuh dari unsur Forkopimda, termasuk Kapolres dan Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang, menambah bobot legitimasi dari kebijakan ini. Menurut Abdi, kekompakan ini merupakan sinyal merah bagi pihak-pihak yang mencoba menghambat proses pemulihan.

"Kekompakan Forkopimda menunjukkan bahwa kepentingan masyarakat ditempatkan di atas segalanya. Pesannya jelas: Jangan ada yang menghambat percepatan pemulihan Aceh Tamiang," tambahnya.

Menutup pernyataannya, AMPG mengajak seluruh elemen dunia usaha untuk bersikap kooperatif. Pemuda Aceh Tamiang berharap kolaborasi ini bukan hanya tentang membangun dinding rumah, melainkan membangun kembali martabat para korban banjir yang telah lama menanti kepastian.

Dengan dukungan politik dan sosial yang kuat, percepatan Huntap kini bukan lagi sekadar wacana di atas meja rapat, melainkan secercah harapan yang mulai tampak nyata bagi warga Bumi Muda Sedia.[]L24.Wirajaya.