HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Pemulihan Infrastruktur Air Bersih di Babussalam Perlu Percepatan Pasca-Banjir

​ Lentera24.com | ACEH TENGGARA – Krisis air bersih pasca-banjir bandang November 2025 di Aceh Tenggara masih berlanjut hingga awal Februar...



Lentera24.com | ACEH TENGGARA – Krisis air bersih pasca-banjir bandang November 2025 di Aceh Tenggara masih berlanjut hingga awal Februari 2026. Distribusi air PDAM di Kecamatan Babussalam hingga saat ini belum normal, yang memaksa warga beralih ke sumber air alternatif seperti sumur bor hingga pemanfaatan aliran sungai.

​Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa layanan PDAM hanya beroperasi dengan sistem gilir dua hari sekali. Namun, kebijakan ini tidak dibarengi dengan debit air yang memadai. Saat jadwal pengaliran tiba, tekanan air seringkali sangat lemah sehingga menyulitkan warga untuk memenuhi bak penampungan.

​"Kami sangat kekurangan air. PDAM hidup dua hari sekali, itu pun airnya sangat pelan. Butuh waktu satu jam hanya untuk memenuhi satu baskom," ujar seorang warga Desa Mbarung yang meminta identitasnya dirahasiakan.

​Kondisi yang telah berlangsung selama tiga bulan ini mulai mengubah pola konsumsi air warga. Sebagian warga yang memiliki modal mulai membangun sumur bor mandiri untuk memutus ketergantungan pada jaringan pipa pemerintah. Sementara itu, warga yang tidak memiliki akses sumur bor terpaksa menggunakan fasilitas umum.

​"Untuk kebutuhan mandi dan mencuci, banyak warga sekarang beralih ke masjid atau langsung ke sungai karena air di rumah tidak mencukupi," tambahnya.

​Lambatnya normalisasi infrastruktur transmisi pasca-bencana ditengarai menjadi penyebab utama belum optimalnya tekanan air. Warga mendesak pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi teknis di titik-titik kerusakan agar distribusi air kembali stabil dan layak dikonsumsi.[]L24.Swj