Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Bencana banjir bukan sekadar masalah genangan air, melainkan ancaman serius bagi masa depan generasi muda di...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Bencana banjir bukan sekadar masalah genangan air, melainkan ancaman serius bagi masa depan generasi muda di wilayah pesisir Aceh. Terhentinya aktivitas sekolah dalam waktu lama berisiko memicu fenomena learning loss atau kemunduran capaian belajar.
Menanggapi urgensi tersebut, tim dosen Universitas Samudra (UNSAM) mengambil langkah nyata melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Mengusung semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, para akademisi ini terjun langsung ke SD Negeri 02 Tualang Cut, Kecamatan Manyak Payed, untuk membekali para guru dengan senjata baru yakni Media Pembelajaran Berbasis Canva AI.
Transformasi Guru: Dari Pengguna Menjadi Kreator
Dipimpin oleh Egy Abdy, M.Pd., kegiatan bimbingan teknis (bimtek) ini didesain sebagai aksi responsif pascabencana. Menurut Egy, pendidik di daerah terdampak banjir harus memiliki ketangkasan teknologi agar proses belajar tetap menarik dan adaptif, meski dalam kondisi darurat. "Kami hadir bukan hanya untuk memberikan teori, tapi untuk memastikan guru di tingkat akar rumput mampu menjadi kreator media pembelajaran yang inovatif. Inilah cara kita memutus jeratan learning loss secara sistematis," tegas Egy Abdy.
Inovasi AI sebagai Solusi Praktis
Dalam sesi praktik, narasumber Dwi Kurnia Rahayu, S.Pd.I., M.Pd. seorang praktisi pendidikan dari Program Guru Penggerak memperkenalkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) melalui platform Canva.
Berikut adalah poin keunggulan metode yang diajarkan:
Efisiensi Waktu: Guru dapat membuat visualisasi materi yang kompleks dalam hitungan menit.
Media yang dihasilkan lebih dinamis, sehingga mampu membangkitkan kembali minat belajar siswa yang sempat padam akibat bencana. Materi digital lebih mudah didistribusikan kepada siswa, bahkan di luar jam sekolah formal.
Komitmen Berkelanjutan UNSAM
Kegiatan yang berkolaborasi dengan LPPM Universitas Samudra ini mendapat antusiasme luar biasa. Para guru tidak hanya duduk mendengar, tetapi langsung memproduksi konten pembelajaran digital yang siap digunakan di kelas.
Aksi nyata ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak boleh menjadi "menara gading". Kehadiran dosen UNSAM di tengah masyarakat adalah upaya kolektif untuk memastikan bahwa bencana alam tidak boleh menjadi alasan terhentinya kualitas pendidikan bagi anak-anak di Aceh Tamiang.(*)
