HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Lupakan Dendam Barcode! Damkar Aceh Tamiang Tetap 'Jinakkan' Tangker SPBU Tanah Terban yang Membara

Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Profesionalisme diuji di tengah kobaran api. Meski sempat terselip luka lama akibat penolakan pengisian BBM,...


Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Profesionalisme diuji di tengah kobaran api. Meski sempat terselip luka lama akibat penolakan pengisian BBM, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Aceh Tamiang membuktikan dedikasinya dengan bergerak cepat memadamkan tangker BBM milik SPBU Tanah Terban (14.244.434) yang terbakar pada Sabtu 14 Februari 2026.


Tangker bekas yang tertanam di luar area SPBU tersebut mendadak membara saat warga berupaya melakukan pemotongan (cutting). Tangker itu sebelumnya terangkat ke permukaan setelah wilayah tersebut diterjang banjir besar.


Suasana sempat mencekam saat kepulan asap tebal mulai membubung tinggi, memicu kepanikan warga di sekitar lokasi. Namun, kesiagaan penuh personel Damkar Aceh Tamiang tak perlu diragukan. Hanya dalam waktu 15 menit, api yang berkobar di dalam tangker besi tersebut berhasil dilokalisir dan dipadamkan sepenuhnya, mencegah ledakan yang lebih fatal.


Profesionalisme vs Ego

Di balik aksi heroik tersebut, usai melakukan pemadaman api, sempat terjadi adu mulut dan ketegangan antara pekerja SPBU dengan petugas pemadam kebakaran di lokasi. Ketegangan ini disinyalir merupakan "buntut" dari insiden beberapa waktu lalu, di mana pihak SPBU Tanah Terban dilaporkan menolak memberikan BBM kepada armada pemadam kebakaran hanya karena persoalan barcode.


"Kami bekerja demi kemanusiaan dan keselamatan publik. Meski sebelumnya kami dipersulit saat hendak mengisi BBM untuk armada tugas, saat mereka butuh bantuan karena kebakaran, kami tetap garda terdepan," cetus salah satu petugas di lapangan.


Insiden perdebatan ini menjadi sorotan warga yang menyaksikan proses pemadaman. Banyak yang menyayangkan sikap kaku pihak SPBU sebelumnya, mengingat armada pemadam kebakaran merupakan kendaraan darurat yang menyangkut hajat hidup orang banyak.


Saat ini, lokasi kebakaran tangker yang berada di luar pagar SPBU tersebut telah dinyatakan aman. Meski ada sejarah gesekan terkait regulasi pengisian BBM, tim Damkar Aceh Tamiang membuktikan bahwa bagi mereka, keselamatan nyawa dan harta benda masyarakat jauh lebih tinggi nilainya daripada perdebatan birokrasi barcode yang sempat menghambat operasional mereka.


Sementara Plt Kabid Pemadam kebakaran Aceh Tamiang Doni Indrawan, mengapresiasi petugas pemadam yang bisa mengenyampingkan rasa kecewanya karena menolak pengisian BBM dalam kondisi kebakar seperti itu mereka tetap peduli memadamkan api yang bisa merembet ke SPBU itu 


Doni juga mengucapkan terimakasih petugas mau cepat mengantisipasi kobaran api yang semakin membesar, sebut Doni.[]L24.Wirajaya