Jajaran pengurus SMSI Aceh yang dipimpin Aldin NL berfoto bersama Direktur Utama Bank Aceh Syariah Fadhil Ilyas beserta manajemen di Kantor ...
Lentera24.com | BANDA ACEH – Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Ruang Pertemuan Kantor Pusat Bank Aceh Syariah pada Selasa (7/7/2026). Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh menggelar audiensi bersama manajemen Bank Aceh Syariah. Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi formal, melainkan sebuah langkah nyata dalam mempererat sinergi antara insan pers dan dunia perbankan demi mengawal pembangunan daerah.
Rombongan SMSI Aceh dipimpin langsung oleh sang Ketua, Aldin NL, didampingi Wakil Sekretaris Reza Gunawan, Wakil Ketua Muhammad Hamzah, serta Ketua Panitia Muhammad Saman. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, yang didampingi Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan Ilham Novrizal, Kepala Bidang Kesekretariatan dan Arsip Riza Saputra, serta Kepala Bidang Humas Rizki Wahyudi.
Mengawal Isu Strategis Melalui Forum Nasional
Dalam pertemuan tersebut, Aldin NL memaparkan komitmen SMSI sebagai organisasi konstituen Dewan Pers yang menaungi para pemilik dan pengelola perusahaan media siber. Dengan kekuatan jaringan lebih dari 3.000 media di seluruh Indonesia—termasuk 40 lebih media lokal di Aceh—SMSI memiliki posisi strategis untuk menggerakkan ruang diskusi yang konstruktif.
"Jaringan yang luas ini adalah modal sosial kami untuk mendorong kolaborasi lintas sektor. Kami ingin menghadirkan forum yang tidak hanya membahas masalah, tapi juga melahirkan solusi nyata bagi Aceh," ujar Aldin NL.
Salah satu agenda besar yang tengah dimatangkan adalah penyelenggaraan seminar nasional. Ketua Panitia, Muhammad Saman, menjelaskan bahwa seminar ini sengaja dirancang untuk membedah isu-isu sensitif dan krusial yang menyangkut hajat hidup masyarakat Serambi Mekkah.
Beberapa topik utama yang akan diangkat antara lain:
Tata Kelola Migas: Mengoptimalkan potensi kekayaan alam daerah.
Revisi Dana Otonomi Khusus (Otsus): Menatap masa depan fiskal Aceh.
Percepatan Pemulihan Pascabencana: Merumuskan mitigasi dan ketahanan daerah.
Selain seminar, momentum ini juga akan dirangkai dengan pemberian anugerah apresiasi kepada sejumlah mitra strategis serta pelaksanaan musyawarah pemilihan Ketua SMSI Aceh untuk periode berikutnya.
Mendengar paparan tersebut, Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, menyatakan dukungan penuhnya. Ia sepakat bahwa kolaborasi antara media dan perbankan sangat krusial dalam melahirkan gagasan-gagasan segar untuk kemajuan daerah.
Di sela-sela diskusi, suasana mencair ketika Fadhil membagikan sebuah refleksi humanis yang mendalam mengenai pengalaman Bank Aceh saat menghadapi masa-masa sulit pascabencana alam beberapa waktu lalu. Baginya, bisnis perbankan bukan sekadar angka, melainkan tentang pelayanan dan kemanusiaan.
"Saat bencana melanda, prioritas utama kami yang paling pertama adalah memastikan keselamatan seluruh karyawan beserta keluarga mereka. Baru setelah itu, kami bergerak cepat memulihkan operasional," kenang Fadhil.
Fadhil menceritakan bagaimana seluruh tim bahu-membahu menghidupkan kembali layanan perbankan di 18 kabupaten/kota. Perjuangan berat harus ditempuh untuk menembus wilayah terdampak parah seperti Aceh Tamiang, hingga daerah yang sempat terisolasi total seperti Gayo Lues dan Aceh Tengah.
"Kami tahu, di saat krisis, masyarakat sangat membutuhkan akses keuangan. Oleh karena itu, memastikan layanan bank tetap berjalan adalah bentuk tanggung jawab moral kami kepada masyarakat Aceh," tambahnya.
Pertemuan yang berlangsung produktif ini diakhiri dengan foto bersama, menandai komitmen baru antara SMSI Aceh dan Bank Aceh Syariah untuk berjalan beriringan membawa dampak positif bagi publik. []L23.Sai
