HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Optimalkan Sisa Bencana Jadi Berkah, BNPP RI Edukasi Warga Aceh Tamiang Sulap Lumpur Banjir Menjadi Genteng Berkualitas

Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam memulihkan roda pere...


Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam memulihkan roda perekonomian masyarakat di wilayah perbatasan dan terdampak bencana. Langkah solutif dan edukatif ini dibuktikan melalui gelaran pelatihan pembuatan genteng bagi para pengrajin batu bata lokal, yang memanfaatkan material tanah liat pasca-banjir hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan yang berlangsung dinamis di Pabrik Batu Bata Kampung Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru, pada Kamis (18/6/2026) ini, dihadiri langsung oleh Plt. Sekretaris Daerah Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar, serta Asisten Deputi Infrastruktur Fisik BNPP RI, Amrullah M. Ridha, S.Sos., M.Sc.

Mengubah Musibah Menjadi Nilai Tambah Ekonomi

Banjir hidrometeorologi yang sempat melanda Aceh Tamiang memang meninggalkan duka, namun di balik itu, alam juga menyisakan endapan material tanah liat yang melimpah. Alih-alih membiarkannya menjadi limbah tak berguna, BNPP RI bergerak cepat mengedukasi warga agar mampu menyulap sisa banjir tersebut menjadi produk bahan bangunan yang bernilai guna tinggi, kokoh, dan tahan lama.


Mewakili Bupati, Plt. Sekda Aceh Tamiang, Syuibun Anwar, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif humanis dari BNPP RI. Menurutnya, program ini menjadi motor penggerak yang sangat berharga bagi percepatan pemulihan ekonomi berkelanjutan bagi warga terdampak.

“Manfaatkan pelatihan teknik pengolahan tanah liat ini dengan sebaik-baiknya. Kita ingin genteng yang dihasilkan nantinya tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki kualitas yang kuat, presisi, dan tangguh menghadapi cuaca ekstrem,” pesan Syuibun memotivasi para peserta.

Komitmen Berkelanjutan dan Uji Klinis Material

Sisi menarik dari program ini adalah pendekatan ilmiah yang dilakukan sebelum pelatihan dimulai. Pemerintah Kabupaten setempat sebelumnya telah mengirimkan 30 kilogram sampel lumpur endapan banjir untuk diuji di laboratorium. Hasilnya pun menggembirakan: karakteristik lumpur sisa banjir tersebut dinyatakan sangat memenuhi standar dan layak menjadi bahan dasar pembuatan genteng berkualitas tinggi.

Asisten Deputi Infrastruktur Fisik BNPP RI, Amrullah M. Ridha, yang juga memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Aceh karena pernah menjabat sebagai Pj. Bupati Aceh Timur, menegaskan bahwa keseriusan BNPP RI tidak akan berhenti pada seremonial belaka.

“Kami sangat serius dalam membantu warga Aceh Tamiang. Kami berharap, pelatihan ini akan terus berlanjut dan menjadi pilar penting dalam proses rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana,” ujar Amrullah hangat.

Menghadirkan Ahli dari Majalengka, Buka Lapangan Kerja Baru

Untuk memastikan transfer ilmu berjalan maksimal dan aplikatif, BNPP RI secara khusus mendatangkan narasumber ahli langsung dari Koperasi Genteng Majalengka—daerah yang selama ini terkenal sebagai salah satu sentra pengrajin genteng terbaik di Indonesia.

Sebanyak 25 pengrajin terpilih dari 3 kecamatan di Aceh Tamiang ikut serta dalam pelatihan ini. Mayoritas dari mereka adalah pelaku usaha mikro yang sudah memiliki tungku pembakaran batu bata tradisional. Melalui sentuhan edukasi praktis ini, mereka kini diajarkan cara meningkatkan kelas produk mereka dari sekadar batu bata menjadi genteng bernilai jual lebih tinggi.

Program pemberdayaan dari BNPP RI ini diharapkan tidak hanya mendukung kebutuhan material pembangunan mandiri pada masa rekonstruksi, melainkan juga mampu:

Membuka lapangan kerja baru di sektor industri kreatif berbasis lingkungan.

Meningkatkan pendapatan riil masyarakat pasca-bencana.

Menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi lokal yang tangguh dan berkelanjutan di wilayah Aceh Tamiang.

Melalui langkah nyata ini, BNPP RI berhasil membuktikan bahwa pengelolaan wilayah perbatasan dan penanganan pascabencana dapat dilakukan dengan cara yang humanis, edukatif, sekaligus produktif bagi kemaslahatan masyarakat luas.[]L24.Sai