HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

7 Bulan Berlalu, Korban di Aceh Timur Tagih Janji Pemerintah: Bantuan Jadup, Stimulan dan UMKM Belum Jelas

Lentera24.com | ACEH TIMUR – Tujuh bulan setelah bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Timur, masyarakat terdampak, ped...


Lentera24.com | ACEH TIMUR – Tujuh bulan setelah bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Timur, masyarakat terdampak, pedagang, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai mempertanyakan kejelasan realisasi berbagai bantuan yang hingga kini belum mereka terima.


Bantuan yang dinantikan meliputi bantuan usaha bagi pelaku UMKM, Jaminan Hidup (Jadup), bantuan stimulan, hingga bantuan perbaikan rumah bagi warga yang terdampak banjir. Hingga pertengahan Juni 2026, sebagian masyarakat mengaku belum memperoleh kepastian terkait kelanjutan program tersebut.


Salah seorang pedagang di pusat Kota Idi Rayeuk yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial I mengatakan, kondisi ekonomi para pelaku usaha masih belum pulih sepenuhnya akibat dampak banjir yang terjadi beberapa bulan lalu.


"Sudah hampir tujuh bulan kami menunggu. Modal usaha banyak yang terkuras bahkan ada yang habis sama sekali. Sampai sekarang belum ada kejelasan kapan bantuan UMKM maupun bantuan korban banjir direalisasikan. Kami berharap pemerintah segera memberikan kepastian," ujarnya, Rabu (17/6/2026).


Menurutnya, bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu pelaku usaha kecil bangkit kembali setelah mengalami kerugian akibat bencana.


Keluhan serupa disampaikan M, seorang pengusaha pangkas rambut di Aceh Timur. Ia mengaku kondisi usahanya semakin berat karena keterbatasan modal dan belum adanya bantuan yang diterima hingga saat ini.


"Kami sudah terlalu lama menunggu. Modal usaha terus berkurang, sementara bantuan yang dijanjikan belum juga cair. Kami berharap ada langkah nyata agar usaha kecil seperti kami bisa kembali berkembang dan menopang ekonomi keluarga," katanya.


Para pedagang dan pelaku UMKM berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Pemerintah Aceh, maupun Pemerintah Pusat dapat mempercepat proses penyaluran bantuan sehingga roda perekonomian masyarakat terdampak dapat kembali bergerak.


Tidak hanya pelaku usaha, masyarakat korban banjir juga mempertanyakan kelanjutan bantuan Jadup, stimulan, serta bantuan perbaikan rumah yang sebelumnya dijanjikan pemerintah.


Seorang warga Kecamatan Pante Bidari mengungkapkan bahwa hingga kini masyarakat masih menunggu kejelasan mengenai tahapan bantuan berikutnya setelah penyaluran kepada 7.643 penerima manfaat.


"Masyarakat masih bertanya-tanya apakah bantuan Jadup, stimulan, dan bantuan kerusakan rumah masih berlanjut atau tidak. Kalau memang ada tahap berikutnya, kapan akan direalisasikan?" ujarnya.


Ia mengingatkan bahwa pemerintah sebelumnya menyampaikan komitmen untuk memperjuangkan hak sekitar 41 ribu korban banjir di Aceh Timur. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada informasi yang jelas terkait realisasi lanjutan bantuan tersebut.


"Kami berharap pemerintah tidak berhenti sampai di sini. Di beberapa kabupaten lain yang terdampak banjir, bantuan sudah memasuki tahap ketiga bahkan sebagian besar telah selesai disalurkan. Sementara di Aceh Timur, masyarakat merasa prosesnya berjalan sangat lambat dan belum menunjukkan perkembangan yang signifikan," katanya.


Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus berkoordinasi dan mendesak pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat agar bantuan yang menjadi hak korban banjir dapat segera direalisasikan.


Bagi warga terdampak, bantuan tersebut bukan sekadar bentuk perhatian pemerintah, tetapi juga menjadi harapan untuk memulihkan kehidupan dan perekonomian yang hingga kini masih belum sepenuhnya bangkit pascabanjir.[] L24.Zal