HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Pasang Badan untuk Korban Banjir, Bupati Armia Pahmi: "Saya Juga Korban, Saya Tidak Akan Biarkan Rakyat Menderita!"

Lentera24.com | KARANG BARU – Suasana di depan Kantor Bupati Aceh Tamiang yang semula memanas mendadak berubah haru, Kamis (12/2). Ratusan ...


Lentera24.com | KARANG BARU – Suasana di depan Kantor Bupati Aceh Tamiang yang semula memanas mendadak berubah haru, Kamis (12/2). Ratusan massa yang tergabung dalam Aksi Damai "Rakyat Bersama Mu" menyaksikan pemandangan langka Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, memilih meninggalkan kegiatan yang baru saja melantik 29 Datok Penghulu dan Pelantikan Direktur PDAM, berdiri langsung di tengah rintik keringat rakyatnya untuk mendengar jeritan hati mereka.


Bukan sekadar formalitas, kehadiran Armia Pahmi di tengah kerumunan menjadi bukti nyata kepemimpinan yang merakyat dalam menuntaskan karut-marut pasca-banjir di Bumi Muda Sedia.


Kritik untuk Dinas, Pujian untuk Bupati

Koordinator aksi, Ai Garang, dalam orasinya melontarkan kritik pedas yang justru mempertegas posisi Bupati. Ia menyebut bahwa kerja keras Bupati seringkali "disabotase" oleh kinerja jajaran di bawahnya yang kurang kompeten.


"Pak Bupati sudah bekerja luar biasa, tapi sayang, ada oknum SKPK yang 'loyo'. Kami minta, jika ada kepala dinas yang tidak mampu mendukung visi Bupati dalam menolong rakyat, segera ganti! Jangan biarkan niat tulus Bupati terhambat birokrasi yang lamban," tegas Ai di hadapan massa.


"Saya Tidak Pernah Meninggalkan Kalian"

Menanggapi tuntutan warga dengan tenang namun penuh penegasan, Armia Pahmi mengungkapkan sisi personalnya sebagai pemimpin. Ia mengaku bahwa penderitaan warga adalah penderitaannya juga.


"Saya ini juga korban banjir. Saya merasakan apa yang Bapak-Ibu rasakan. Karena itu, saya tidak pernah duduk diam. Saya terus 'bergerilya' menemui Menteri bahkan Presiden di Pusat demi memastikan nasib warga Aceh Tamiang diperhatikan," ungkap Armia dengan suara yang bergetar namun tegas.


Sebagai bentuk pembelaan nyata terhadap warga yang merasa dirugikan oleh data verifikasi bantuan rumah, Bupati Armia membawa tiga kabar krusial yang langsung memadamkan keresahan massa:

Dengan pernyataan Verifikasi Ulang Transparan: Bupati telah melayangkan protes keras ke BNPB terkait status TMK (Tidak Memenuhi Kriteria) yang merugikan warga. Status tersebut kini dihapus dan akan dilakukan verifikasi ulang dengan melibatkan LSM serta tokoh masyarakat agar lebih adil.


Armia menjamin bantuan kerusakan rumah akan dikirimkan langsung ke rekening warga dalam bentuk uang tunai. Ia menegaskan tidak boleh ada potongan satu rupiah pun.


Selain menyiapkan hampir 1.000 Hunian Sementara (Huntara), Bupati tengah mengawal pencairan Jaminan Hidup (Jadup) serta bantuan modal bagi UMKM yang terdampak.


Menutup aksinya, Armia mengajak warga untuk menjadi matanya di lapangan agar tidak ada oknum yang bermain dengan hak rakyat. "Bantu saya. Jangan mudah terprovokasi isu-isu potongan bantuan. Mari kita bahu-membahu karena saya tidak mau rakyat saya menderita sendirian," pungkasnya.


Aksi yang semula diprediksi akan berlangsung ricuh ini berakhir dengan tepuk tangan riuh dan jabat tangan hangat antara warga dan sang pemimpin.[]L24.Sai