HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Bantuan Meugang dari Istana: Upaya Presiden Prabowo Pulihkan Ekonomi Aceh Tamiang Pasca-Banjir

Lentera24.com | ACEH TAMIANG - Di tengah upaya pemulihan pasca-banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, sebuah kabar baik datang membaw...

Lentera24.com | ACEH TAMIANG - Di tengah upaya pemulihan pasca-banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, sebuah kabar baik datang membawa angin segar menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah. Presiden RI, Prabowo Subianto, secara resmi menyalurkan bantuan sapi untuk masyarakat terdampak. Langkah ini bukan sekadar bantuan pangan, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga marwah Tradisi Meugang—ritual sakral masyarakat Aceh dalam menyantap daging bersama keluarga menyambut bulan puasa.

Misi Ganda: Kepedulian Sosial dan Pemberdayaan Lokal

Ada nilai strategis yang menonjol dalam penyaluran bantuan kali ini. Presiden Prabowo menekankan pentingnya ekonomi kerakyatan dengan menginstruksikan agar pengadaan sapi mengutamakan peternak lokal di Aceh Tamiang dan sekitarnya.

Kebijakan "Lokal Pertama" ini diambil untuk memastikan bahwa anggaran negara tidak hanya membantu konsumen (penerima bantuan), tetapi juga langsung menggerakkan roda ekonomi para peternak daerah yang juga terdampak lesunya pasar pasca-bencana. Sapi dari luar daerah hanya akan dijadikan opsi terakhir jika kuota lokal benar-benar tidak terpenuhi.

Muhammad Farij, menegaskan bahwa kualitas sapi tetap menjadi prioritas utama meski mengutamakan produk lokal. Setiap ekor sapi harus melewati tiga lapis filtrasi yakni

Jaminan Kesehatan: Seluruh sapi wajib mengantongi sertifikat bebas penyakit (PMK dan lainnya).

Standar Bobot: Memastikan berat sapi sesuai dengan spesifikasi teknis bantuan Presiden.

Higiene Distribusi: Menjamin proses penyembelihan hingga pembagian daging dilakukan secara bersih dan layak konsumsi.

Mekanisme Penyaluran yang Terintegrasi

Sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Presiden, distribusi dilakukan secara sistematis melalui tingkat kecamatan. Sapi-sapi tersebut akan disembelih di titik yang telah ditentukan sebelum akhirnya dibagikan kepada warga dalam bentuk daging segar, guna menghindari kerumunan dan memastikan pembagian yang merata.

"Kami memastikan sapi-sapi ini dalam kondisi steril dan sehat. Instruksi Presiden jelas: bantu rakyat yang membutuhkan dan pastikan peternak lokal kita berdaya dalam prosesnya," ujar Farij di sela-sela koordinasi distribusi.

Langkah taktis Presiden Prabowo Subianto ini pun menuai apresiasi. Selain memenuhi kebutuhan gizi masyarakat korban banjir, kebijakan yang berpihak pada komoditas lokal ini menjadi simbol sinergi antara kepedulian sosial dan penguatan ketahanan ekonomi daerah. Tradisi Meugang tahun ini pun terasa lebih istimewa—sebagai momentum kebangkitan bersama dari sisa-sisa bencana.[] L24.Wirajaya