HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Ironi "Kabupaten Aceh Tamiang Tidak Masalah Dengan Uang": Pernyataan Menkeu Picu Eksodus NGO, Rakyat Tamiang Kian Terjepit Lumpur

 Tokoh Pemuda Aceh Tamiang Murtala Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Pernyataan kontroversial Menteri Keuangan Purbaya yang menyebut Aceh Tami...

 Tokoh Pemuda Aceh Tamiang Murtala

Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Pernyataan kontroversial Menteri Keuangan Purbaya yang menyebut Aceh Tamiang sebagai daerah dengan "limpahan uang" berbuntut panjang. Alih-alih mendatangkan kesejahteraan, klaim tersebut justru memicu eksodus massal sejumlah NGO (Organisasi Non-Pemerintah) dari Bumi Muda Sedia.


Kepergian lembaga-lembaga bantuan ini meninggalkan luka menganga di tengah kondisi masyarakat yang sebenarnya sedang sekarat pasca-bencana.


Fakta di Lapangan: Antara Klaim Jakarta dan Realita Lumpur

Kekecewaan mendalam diungkapkan oleh berbagai elemen masyarakat, salah satunya Tokoh Pemuda Aceh Tamiang Murtala. Menurutnya, pernyataan pusat sangat bertolak belakang dengan jeritan warga di bawah.


"Aceh Tamiang ini masih sakit! Di mana-mana lumpur, debu. Air bersih (PDAM) Puskesmas belum berfungsi layak, sementara masyarakat tidak punya uang sepeser pun untuk membeli air bersih," tegas Murtala dengan nada geram, Kamis (22/1/2026).


Krisis Kesehatan Mengintai

Kondisi fasilitas publik dilaporkan lumpuh total. Murtala menyoroti bagaimana birokrasi dan layanan kesehatan seolah kehilangan arah:

Lumpuhnya Layanan: Rumah Sakit belum beroperasi sempurna.

Puskesmas Terkubur: Halaman puskesmas masih dipenuhi lumpur, membuat akses pengobatan menjadi mustahil.

Ancaman Wabah: Penyakit muntaber (muntah mencret) dan gatal-gatal mulai menyerang warga secara masif tanpa ada tempat berobat yang pasti.


"Sembako mungkin ada, tapi uang tunai tidak ada di tangan rakyat. Bagaimana Menkeu bisa bilang kita banyak uang sementara untuk berobat saja rakyat bingung harus ke mana?" lanjut Murtala.


Narasi yang Membunuh Bantuan

Eksodus NGO ini dianggap sebagai dampak langsung dari "salah diagnosa" pemerintah pusat. Ketika Jakarta melabeli Aceh Tamiang sebagai daerah kaya, para donatur dan lembaga donor menarik diri, menganggap bantuan tak lagi diperlukan. Padahal, Bumi Muda Sedia saat ini sedang berada di titik nadir.


Murtala minta Pemerintah Pusat jangan jadikan panggung diatas bencana ini biar terkesan benar benar mengelola Negeri ini dimata rakyat.


"Tolong para pejabat pusat jangan jadikan Bencana musibah ini sebagai Panggung mereka seolah-olah betul-betul mengelola Negeri ini, Faktanya di lapangan jauh bertolak belakang dengan yang di sampaikan oleh para Pejabat pejabat dari Pusat", papar Murtala tenang.[]L24.Sai