Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Kinerja panitia pelaksana peringatan Nuzulul Quran di Huntara 1, Kampung Simpang 4, Kecamatan Karang Baru, m...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Kinerja panitia pelaksana peringatan Nuzulul Quran di Huntara 1, Kampung Simpang 4, Kecamatan Karang Baru, menuai kecaman pedas. Betapa tidak, sejumlah jurnalis dari media ternama yang hadir atas undangan resmi Bank Syariah Indonesia (BSI) Pusat justru diusir secara kasar saat hendak melakukan peliputan, Sabtu (7/3/2026).
Ketidakprofesionalan panitia ini dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalis, mengingat para awak media hadir bukan atas inisiatif pribadi, melainkan memenuhi undangan formal.
Kekecewaan mendalam diungkapkan oleh Rahmad Wiguna, wartawan media online Serambi Indonesia. Ia menegaskan bahwa kehadirannya di lokasi tersebut murni untuk memenuhi amanah undangan dari manajemen BSI Pusat.
"Kami diundang langsung oleh BSI Pusat. Kami datang bukan karena kemauan sendiri, banyak urusan lain yang harus kami kerjakan. Kalau tahu perlakuannya seperti ini, kami tidak akan sudi hadir," tegas Rahmad dengan nada kecewa.
Ironisnya, tindakan represif panitia tidak tebang pilih. Selain wartawan lokal, lima jurnalis yang diboyong khusus dari Medan untuk meliput kegiatan ini juga mengalami nasib serupa: diusir dari lokasi acara.
Rapuhnya Koordinasi Internal BSI
Insiden ini mencerminkan adanya gap komunikasi yang fatal antara manajemen BSI Pusat dengan panitia pelaksana di tingkat tapak. Di satu sisi, BSI Pusat ingin mempublikasikan kegiatan sosial ini sebagai citra positif perusahaan, namun di sisi lain, petugas di lapangan justru menunjukkan sikap anti-media yang arogan.
Wartawan yang hadir merasa diperlakukan layaknya "orang asing" di rumah sendiri, padahal status mereka adalah tamu undangan resmi.
Melarang peliputan tanpa alasan yang jelas dan logis, padahal mengundang jurnalis lintas provinsi (Medan-Aceh) namun menghalangi kerja jurnalistik mereka.
Ketidakmampuan panitia lokal menjaga etika koordinasi mencoreng nama baik BSI Pusat yang selama ini dikenal menjunjung tinggi kemitraan.
Hingga berita ini diturunkan, para awak media yang merasa dirugikan menuntut klarifikasi resmi dari pihak BSI terkait standar operasional prosedur (SOP) penyambutan tamu undangan dan penghalangan kerja pers yang terjadi di Huntara 1 tersebut.[]L24.Sai
