Lentera24.com | SIMEULUE – Gema ayat suci Al-Qur’an membuncah di Desa Angkeo pada Jumat malam (05/03/2026). Perhelatan Musabaqah Tilawatil ...
Lentera24.com | SIMEULUE – Gema ayat suci Al-Qur’an membuncah di Desa Angkeo pada Jumat malam (05/03/2026). Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat desa resmi dibuka dengan kemeriahan yang menyedot antusiasme ratusan warga. Tak sekadar kompetisi, ajang ini menjadi panggung lintas generasi, mulai dari peserta kategori anak-anak hingga dewasa.
Warga memadati lokasi acara sejak petang, menciptakan atmosfer religius yang kental sekaligus hangat. Kehadiran masyarakat bukan hanya untuk menonton, melainkan memberikan dukungan penuh bagi para qari dan qariah lokal yang tengah berjuang memberikan penampilan terbaik mereka.
Mencetak Generasi Qur’ani
Ketua Pelaksana MTQ Desa Angkeo, Kalimin, menjelaskan bahwa esensi utama dari kegiatan ini adalah pembinaan jangka panjang. Menurutnya, desa perlu memiliki wadah konkret untuk menyaring bakat-bakat terpendam yang selama ini belum terekspos.
"MTQ ini bukan sekadar mengejar piala. Ini adalah sarana kita membumikan Al-Qur'an dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Kami ingin anak-anak muda kita tumbuh dengan kecintaan mendalam terhadap kitab suci," ujar Kalimin di sela-sela acara.
Ia menambahkan bahwa pembagian kategori berdasarkan usia bertujuan agar persaingan berlangsung adil namun tetap inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dukungan Penuh Pemerintah Desa
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Angkeo, Parman, mengungkapkan rasa bangganya atas tingginya partisipasi warga. Ia melihat antusiasme ini sebagai sinyal positif bangkitnya nilai-nilai religius di tengah arus modernisasi.
"Alhamdulillah, mulai dari anak-anak sampai orang tua ikut ambil bagian. Ini bukti bahwa semangat syiar Islam di desa kita sangat hidup," kata Parman optimis.
Parman berharap, pemenang dari kompetisi tingkat desa ini nantinya tidak hanya berhenti di sini, melainkan mampu bersaing dan mengharumkan nama Desa Angkeo di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Ia pun berkomitmen untuk menjadikan MTQ sebagai agenda rutin tahunan.
Momentum Kebersamaan
Lebih dari sekadar perlombaan teknik membaca (tajwid dan makhraj), MTQ Desa Angkeo menjadi momentum sosial bagi warga untuk memperkuat silaturahmi. Di tengah dinamika kehidupan desa, kegiatan ini terbukti mampu menyatukan masyarakat dalam satu semangat: mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.[]L24-DM
