Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kasatgas PRR), Muhammad Tito Karnavian Lentera24.com | JAKARTA – Pemerint...
![]() |
| Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kasatgas PRR), Muhammad Tito Karnavian |
Lentera24.com | JAKARTA – Pemerintah pusat resmi menabuh genderang "perang" melawan waktu dalam upaya pemulihan dampak bencana di Sumatera. Pasca terbitnya Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026, Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kasatgas PRR), Muhammad Tito Karnavian, bergerak cepat dengan memimpin langsung inspeksi lapangan di sepanjang pesisir utara Provinsi Aceh, Rabu (21/1/2026).
Langkah ini diambil guna memastikan instruksi Presiden bukan sekadar di atas kertas, melainkan berdampak nyata bagi masyarakat yang terdampak di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Misi Kemanusiaan di Sepanjang Pesisir
Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA, mengungkapkan bahwa Tito Karnavian tidak bergerak sendiri. Beliau didampingi oleh Kasum TNI dan Kepala BNPB (Wakasatgas) untuk meninjau titik-titik krusial mulai dari Kabupaten Pidie Jaya hingga Aceh Tamiang.
"Kunjungan ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Pusat. Kita ingin mewujudkan keterpaduan gerak lintas kementerian dan lembaga. Semua harus dalam koridor percepatan," tegas Safrizal yang juga mantan Pj Gubernur Aceh tersebut.
Menembus Lumpur dan Keterisolasian
Berdasarkan data lapangan, tantangan yang dihadapi Satgas PRR tergolong berat. Di beberapa titik, denyut kehidupan masyarakat seolah terhenti oleh sisa-sisa material bencana:
Pendidikan yang Terlumpuhkan: Di SMAN 2 Meureudu (Pidie Jaya), lumpur masih menimbun bangunan hingga setinggi atap, memaksa siswa belajar di bawah tenda darurat. Hal serupa terjadi di SDN 5 Kubu (Bireuen) dan SDN Sarahgala (Aceh Timur) yang hingga kini masih terisolir.