HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Ketua PWI Aceh Tamiang Erwan: UNDANGAN PALSU ATAU PANITIA AMATIR? BSI Pusat Undang Wartawan Hanya untuk Diusir

Ketua PWI Aceh Tamiang, Erwan Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Aroma kemanusiaan dalam acara santunan 5.000 anak yatim dan wakaf Qur'an y...

Ketua PWI Aceh Tamiang, Erwan

Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Aroma kemanusiaan dalam acara santunan 5.000 anak yatim dan wakaf Qur'an yang digelar Bank Syariah Indonesia (BSI) di Masjid Darussalam, Karang Baru, Sabtu (7/3/2026), mendadak amis. Bukan karena kendala teknis, melainkan akibat keangkuhan panitia lokal yang mengusir paksa sejumlah jurnalis saat sedang menjalankan tugas profesinya.

Ironisnya, para kuli tinta yang "dibuang" layaknya pengganggu ini bukan datang tanpa permintaan. Mereka hadir mengantongi mandat resmi dan undangan langsung dari Manajemen BSI Pusat.

PWI Aceh Tamiang: Itu Tindakan Kriminal!

Ketua PWI Aceh Tamiang, Erwan, tidak tinggal diam melihat anggotanya dilecehkan. Dengan nada tinggi, ia mengecam keras tindakan represif panitia lokal yang dinilai buta aturan dan buta hukum.

"Ini bukan sekadar salah paham, ini penghambatan kerja jurnalistik! UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 itu jelas. Siapa pun yang menghalangi wartawan bisa dibui dua tahun. BSI harus paham, wartawan yang hadir itu tamu resmi mereka sendiri, bukan penyusup!" tegas Erwan.

Kritik paling tajam datang dari Pemimpin Redaksi KabarTamiang.com, Muhammad Hendra Vramenia. Ia menilai insiden ini mencerminkan kegagalan total kontrol manajemen di tingkat daerah.

"Panitia lokal itu bergerak di bawah komando BSI daerah. Sangat memalukan jika Kepala Cabang tidak mampu mengontrol bawahannya hingga tidak mengenali tamu resmi yang diundang kantor pusat mereka sendiri. Ini ketidakprofesionalan yang nyata!" cetus Hendra.

Realita Pahit di Balik Label 'Syariah' Kekecewaan mendalam juga disuarakan oleh Rahmad Wiguna, jurnalis senior dari Serambi Indonesia. Ia merasa dipermalukan oleh sikap panitia yang kontradiktif dengan label "syariah" yang diusung institusi tersebut.

"Kami datang karena menghargai undangan BSI Pusat, bukan karena mengemis berita. Kalau akhirnya diusir seperti ini, lebih baik kami meliput agenda lain yang jauh lebih jelas dan menghargai profesi kami," ujar Rahmad dengan nada geram.

Sementara itu, Branch Manager BSI Cabang Kualasimpang, Iqbal Pulungan yang dikonfirmasi Wartawan via WhatsApp, Senin (9/3/2026) terkait pengusiran wartawan oleh panitia di acara santunan anak yatim dan penyerahan bantuan wakaf Qur'an mengatakan pihaknya belum mengetahui insiden tersebut. 

"Coba minta nama dan medianya apa bang. Biar saya cek bagian undangan. 

Kebetulan saya PIC utk Forkopimda, jadi tidak tau untuk bagian lainnya saat acara. 

Semua sudah dibagi tugas-tugasnya," ujar Iqbal Pulungan singkat, terkesan tidak bermasalah. []L24.Sai