Ketua FPRB Aceh Tamiang (Erwan Lentera24.com | ACEH TAMIANG - Kondisi pascabanjir di Aceh Tamiang masih memprihatinkan meski status darurat...
![]() |
| Ketua FPRB Aceh Tamiang (Erwan |
Lentera24.com | ACEH TAMIANG - Kondisi pascabanjir di Aceh Tamiang masih memprihatinkan meski status darurat telah diperpanjang hingga beberapa kali. Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) mendesak langkah konkret untuk mempercepat pemulihan lingkungan dan ekonomi warga.
Ketua FPRB Aceh Tamiang Erwan dan Ketua FPRB Aceh Hasan Bangka mendorong pemerintah untuk segera menjalankan Program Padat Karya melalui Dana Desa.
Membersihkan pemukiman yang masih tergenang lumpur selama hampir dua bulan. Warga/penyintas diberdayakan untuk membersihkan rumah dan lingkungan mereka sendiri dengan imbalan upah.
Selain upah, pemerintah diminta menyediakan alat kerja bagi warga serta alat berat (buldozer dan truk) untuk mengangkut sampah/lumpur.
Kebijakan Bupati: Pergeseran Dana Desa
Kebijakan Bupati: Pergeseran Dana Desa
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, melalui Bupati Armia Pahmi, telah menginstruksikan para Kepala Desa (Datok Penghulu) untuk melakukan pergeseran APBKampung guna menangani darurat bencana.
Mengalihkan anggaran kegiatan non-mendesak (seperti Bimtek atau Sosialisasi Narkotika) ke pos Belanja Tidak Terduga (BTT). Hal ini sesuai dengan Instruksi Bupati No. Ist/044, merujuk pada Surat Edaran Kemendagri dan Keputusan Gubernur Aceh.
Empat Sektor Prioritas Penggunaan Dana
Dana yang digeser tersebut wajib difokuskan pada:
Pangan: Dapur umum, bahan pokok, dan makanan bayi.
Sanitasi & Kebutuhan Dasar: Air bersih, toilet darurat, dan pembersihan lingkungan.
Kesehatan: Obat-obatan, oksigen, dan vitamin.
Dana yang digeser tersebut wajib difokuskan pada:
Pangan: Dapur umum, bahan pokok, dan makanan bayi.
Sanitasi & Kebutuhan Dasar: Air bersih, toilet darurat, dan pembersihan lingkungan.
Kesehatan: Obat-obatan, oksigen, dan vitamin.
Perbaikan darurat jalan, jembatan, tanggul, dan irigasi. Kebijakan ini diambil untuk memberikan fleksibilitas anggaran bagi desa agar dapat bergerak cepat membantu ribuan pengungsi dan memulihkan infrastruktur yang rusak akibat Siklon Tropis Senyar tanpa hambatan administratif.[]L24.Swj.
