HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Dugaan Keracunan MBG, SPPG Blang Nisam Klarifikasi, Operasional Dihentikan Sementara

Lentera24.com | ACEH TIMUR - Menyusul beredarnya pemberitaan dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami puluhan balita d...


Lentera24.com | ACEH TIMUR - Menyusul beredarnya pemberitaan dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami puluhan balita dan pelajar di Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur, sejumlah pihak menyampaikan klarifikasi terkait peristiwa tersebut.


Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026, ketika sedikitnya 18 balita dan anak-anak dari Desa Bandar Baro, Blang Nisam, dan sekitarnya mengalami keluhan kesehatan seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut setelah mengonsumsi menu MBG. Para korban sempat dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Indra Makmu, untuk mendapatkan penanganan medis.


Berdasarkan informasi yang beredar sebelumnya, para pasien diduga mengalami gangguan pencernaan usai mengonsumsi makanan MBG yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Blang Nisam, dengan menu antara lain semangka, bihun, bakso, tahu, dan sayuran. Gejala mulai dirasakan sejak Jumat sore sekitar pukul 16.00 WIB.


Pada Sabtu, 24 Januari 2026, sejumlah orang tua korban yang ditemui awak media di Puskesmas Indra Makmu menyampaikan sikap mereka terkait kejadian tersebut. Para orang tua mengaku kesal dan khawatir atas kondisi anak-anak mereka, namun memilih untuk tidak langsung menyalahkan pihak tertentu.


"Kami jelas kesal karena anak kami sakit. Tapi kami juga tidak mau langsung memvonis siapa yang salah. Kami hanya minta agar kejadian seperti ini dievaluasi secara menyeluruh supaya tidak terulang lagi," ujar salah satu orang tua korban.


Orang tua lainnya menambahkan bahwa program MBG pada dasarnya sangat membantu, namun aspek keamanan dan kualitas makanan harus menjadi perhatian utama. 


"Programnya bagus, tapi tolong pengawasannya diperketat. Anak-anak ini yang jadi taruhannya," katanya.


Sementara itu, Kepala SPPG Blang Nisam, Bagas Pamungkas, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalankan prosedur sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku, mulai dari seleksi bahan baku, proses memasak yang diawasi, hingga pendistribusian makanan ke titik penyaluran.


"Kami sudah bekerja sesuai aturan dan standar yang ditetapkan. Namun kami juga tidak berani menyimpulkan benar atau salah sebelum ada hasil pemeriksaan dari pihak berwenang," ujar Bagas.


Sebagai langkah antisipasi, SPPG Blang Nisam memutuskan menghentikan sementara operasional penyaluran MBG sambil menunggu hasil evaluasi dan pemeriksaan lanjutan dari instansi terkait. Diketahui, SPPG Blang Nisam selama ini melayani sekitar 2.805 penerima manfaat program MBG.


Hingga saat ini, tidak ada laporan korban meninggal dunia. Sebagian korban telah diperbolehkan pulang, sementara lainnya masih menjalani observasi medis. Pihak berwenang, termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur, masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti dugaan gangguan kesehatan tersebut.[] L24.Zal