Lentera 24 .com | ACEH TAMIANG -- Mungkin sudah menjadi trendi jika mengikuti Bimbingan Teknis atau sering disebut Bimtek, selalin mendap...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Mungkin sudah menjadi trendi jika mengikuti Bimbingan Teknis atau sering disebut Bimtek, selalin mendapat ilmu (wawasan) dalam penguatan Kapasitas Aparatur Kampung, Bimtek juga sebagai ajang berwisata bagi para Datok Penghulu.
![]() |
| Para Datok Penghulu sedang mengikuti Bimtek penguatan Kapasitas sebagai seorang Aparatur Kampung |
Penelusuran Wartawan, pada tahun 2020 ini, sedikitnya 426 orang lebih perwakilan Datok Penghulu, dan Perangkat Kampung dari 12 Kecamatan kembali mendapatkan pelatihan penguatan Kapasitas sebagai seorang aparatur Kampung.
Menggangkat tema Penguatan Kapasitas Dalam Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMK), Bimtek kali ini dipusatkan di kota Kembang, Bandung, Jawa Barat melalui Lembaga Pusat Kajian Potensi Indonesia Kementriam Hukum dan HAM RI.
Meski Acap kali penyelenggaraan Bimtek menjadi buah bibir dan perbicangan yang hangat, namun tetap saja kegiatan ini selalu menjadi prioritas yang post anggarannya tetap tersedia setiap tahunnya.
Belum lagi pembatasan keberangkatan bagi para aparatur Pemerintah keluar kota sebagai antisipasi menularnya wabah Novel Coronavirus (Covid-19) yang saat ini menerpa beberapa negara termasuk Indonesia.
Meski demikian Bencana dunia ini tidak menyurutkan niat mereka untuk ikut bimbingan tersebut, seakan Bimtek ini merupakan kewajiban yang tetap harus dilaksanakan meski mengancam keselamatan.
Padahal wabah yang sangat mengancam ini sudah muncul sejak Februari 2020 lalu, jauh sebelum dilaksanakannya Bimtek ini. Tak hayal muncul pertanyaan siapa Raja-raja dibalik pelaksanaan Bimtek yang menelan anggaran Dana Desa hingga Rp.4 milliar lebih?
Sayangnya dana yang begitu besar digelontorkan harus masuk dan berputar di daerah lain, padahal untuk melaksanakan sebuah Bimtek, Kabupaten Aceh Tamiang juga siap memenuhi fasilitas, baik itu Hotel, Kuliner bahkan Objek Wisata.
Jika saja Bimtek tersebut dilaksanakan di Aceh Tamiang, sudah pasti akan meningkatkan roda perekonomian.
Sementara Kepala DPMKP2TS, Kabupaten Aceh Tamiang, Mix Donald SH, yang ditemui Wartawan, menyebut bahwa penyelenggaraan Bimtek sudah sesuai regulasi dan aturan yang ada. Pada tahun 2020 ini, Mix Donal menyebut Bimtek dilaksanakan dalam 3 gelombang.
"Kita bagi 3 gelombang, dan saat ini sudah gelombang kedua penyelenggaraannya, untuk lembaga yang melaksanakan, kita percayakan Pusat Kajian Potensi Indonesia Kementriam Hukum dan Ham RI," ujar Mix Donal, Senin (16/3).
Mix Donal tidak menampik, saat ini Bimtek menjadi pembicaraan hangat ditengah-tengah masyarakat, terlebih isu wabah Covid-19 yang menerpa beberapa daerah, sehingga beberapa waktu lalu, Sekda Provinsi Aceh mengeluarkan himbauan bagi aparatur sipil negara untuk menunda dinas ke luar daerah.
"Untuk penyelenggaraan bimtek gelombang satu dan dua tidak mungkin dibatalkan, karena dari jauh hari semua akomodasi sudah dipesan, kalau kita batalkan siapa yang mau bertanggung jawab, oleh sebab itu, untuk gelombang ketiga kita tunda sementara pelaksanaan bimteknya, sembari menunggu situasi kondusif," tandas Mix Donal
Sementara itu Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, Irianto.SE ketika dikonfirmasi via telepon seluler mengatakan bahwa seluruh Datok Penghulu dan perangkat kampung serta warga Aceh Tamiang lainnya yang baru pulang dari kota besar atau pulang dari luar negeri akan di periksa selama 14 hari di rumah.
Sebelumnya, telah disampaikannya saat berlangsungnya konferensi pers bersama Direktur RSUD Aceh Tamiang dihadapan sejumlah wartawan di Aula RSUD setempat.
Pihaknya akan mengutus petugas kesehatan yang ada di seluruh Puskesmas yang ada untuk jemput bola dan memeriksa para Datok dan perangkatnya sekembali dari Bimtek nanti, sebutnya.
Kemudian dalam rapatnya bersama seluruh para kepala Puskesmas, Irianto juga mengatakan bahwa seluruh Datok Penghulu dan perangkatnya yang pulang dari Bimtek akan di pantau dan di periksa dirumahnya selama 14 hari oleh masing-masing petugas puskesmas.
Hal tersebut dilakukan agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat saat berobat di ke Puskesmas terkait Covid-19. Ungkapya,M.[] L24-REDAKSI
