HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Oknum Kepala Bapel Selewengkan Bantuan Pemerintah

Oknum Kepala Badan Penyuluh Pertanian Kabupaten Aceh Tamiang diduga telah melakukan Penyelewengan bantuan alat-alat electronic dari mobil Ba...

Oknum Kepala Badan Penyuluh Pertanian Kabupaten Aceh Tamiang diduga telah melakukan Penyelewengan bantuan alat-alat electronic dari mobil Bantusan Penyuluhan Badan Ketahanan Pangan Nasional.

Hal tersebut sesuai temuan ditempat parkir kantor tersebut, saat dilihat mobil plat putih bernomor polisi BL 2006 YY, yang seharusnya kelengkapan mobil tersebut berada didalam mobil kini raib, sehingga mobil tersebut digunakan oknum Kepala Bapel tersebut menjadi mobil dinasnya.

Alat-alat yang seharusnya berada didalam mobil tersebut berupa monitor LCD, pemutar CD dan loudspeaker dipindahkan kedalam ruangan kantor. Padahal mobil penyuluhan tersebut diperuntukkan untuk bagi para penyuluh untuk memaparkan materi kepada petani.

Ironisnya lagi, ada bantuan lainnya seperti sepeda motor yang berjumlah 5 unit pada awalnya sudah disetujui untuk diserahkan kepada para penyuluh senior oleh oknum Kepala Badan, sehingga para penyuluh memberikan biaya untuk menjemput bantuan kenderaan Roda dua tersebut. Tetapi anehnya sesampai bantuan itu ke Kabupaten Aceh Tamiang, oknum Kepala Badan malah membagikannya kepada orang lain yang bukan telah ditetapkan sejak awal. “Kebijakan Kepala Bapel ini menyesatkan sehingga diantara pengawai ditempat itu menjadi tidak puas dengan sikap Ka.Badan”, kata salah seorang sumber.

Saat ditemui, diruang kerjanya Rabu (26/10) Kepala Badan Penyuluh Pertanian Ir. Fuadi membantah, “Alat-alat mobil penyuluhan tersebut, ada diruang kantor ini dan saya beserta staf nonton bareng. Dan ini sudah saya lapor kepada Kepla Bapellu Provinsi dan Bupati Aceh Tamiang Drs. H. Abdul Latief dengan melayangkan surat, Bupati pun mengizinkannya”, katanya.

Ketika didesak masalah surat izin untuk menurunkan monitor LCD, pemutar CD dan Loudspeaker Ka. Bapel Aceh Tamiang tersebut justru mengatakan surat tersebut tidak ada “saya hanya berbicara via Hand Phone, jadi suratnya tidak ada, diakuinya polos. (Rico. F).