Akhmad Munir Lentera24.com JAKARTA – Di tengah derasnya arus disrupsi digital, peningkatan kompetensi jurnalis menjadi harga mati. Menyada...
Lentera24.com JAKARTA – Di tengah derasnya arus disrupsi digital, peningkatan kompetensi jurnalis menjadi harga mati. Menyadari hal tersebut, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, bergerak cepat menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) University untuk merancang program beasiswa Strata Dua (S2) khusus bagi para pemburu berita.
Langkah strategis ini diambil bukan sekadar untuk membuka akses pendidikan pascasarjana, melainkan sebagai upaya konkret memperkuat profesionalisme dan kapasitas intelektual insan pers Indonesia.
Pertemuan hangat sekaligus produktif antara pengurus PWI Pusat dan jajaran IPB University berlangsung di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor, pada Selasa (2/6/2026).
"Kerja sama ini sangat baik untuk mengembangkan keilmuan dan kapasitas wartawan. Namun, kita perlu rapat teknis lanjutan yang lebih mendalam agar seluruh mekanisme dapat disusun dengan matang, sekaligus menghindari kendala di kemudian hari," ujar Akhmad Munir dengan penuh optimisme.
Membuka Sekat Pembatas: Fleksibel dan Realistis
Sebagai sosok yang paham betul dinamika di lapangan, Akhmad Munir menyoroti dua tantangan klasik yang kerap mengubur impian wartawan untuk kuliah lagi: kesibukan profesi yang tinggi dan keterbatasan biaya.
Oleh karena itu, Munir mendorong agar skema perkuliahan nantinya dirancang secara fleksibel dan realistis tanpa mengorbankan kualitas akademik. Terkait pembiayaan, PWI dan IPB tengah menggodok berbagai opsi alternatif yang humanis dan tidak memberatkan.
Beberapa opsi yang sedang dimatangkan meliputi:
- Sinergi dengan program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
- Skema pembiayaan parsial (partial funding).
- Bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).
- Bentuk dukungan finansial pendidikan lainnya yang relevan.
"Yang terpenting adalah membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi wartawan. Bentuk dukungannya bisa beragam, tidak harus menanggung seluruh biaya pendidikan, tetapi dapat berupa bantuan parsial maupun dukungan UKT yang disesuaikan dengan kebutuhan," tambah Munir.
Menjawab Tantangan Zaman lewat 10 Prodi Pilihan
Sambut gayung bersambut, Dekan Sekolah Pascasarjana IPB, Prof. Yusli Wardiatno, menyatakan komitmen penuhnya. Bagi IPB, wartawan adalah mitra strategis dalam pembangunan bangsa dan penyebaran informasi publik.
IPB sendiri telah menyiapkan sedikitnya 10 Program Studi (Prodi) Magister unggulan yang sangat relevan dengan tantangan jurnalisme modern di era digital. Beberapa di antaranya meliputi:
- Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
- Komunikasi Digital dan Media
- Manajemen Pembangunan Daerah
- Ilmu Manajemen
- Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan
Bidang-bidang ini dinilai akan memberi daging pada tulisan-tulisan jurnalis masa depan, khususnya dalam mengulas isu-isu krusial seperti ekonomi, lingkungan hidup, bisnis, dan pembangunan daerah.
Kolaborasi yang Berkelanjutan
Pertemuan ini menjadi langkah awal dari komitmen jangka panjang. Dalam waktu dekat, PWI Pusat dan IPB University sepakat untuk segera merumuskan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU), kriteria seleksi peserta, hingga skema keberlanjutan program.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Akhmad Munir tidak sendiri. Ia didampingi oleh tim solid PWI Pusat, antara lain:
- M. Selamet Susanto (Sekretaris Jenderal)
- Yulian Warman (Anggota Dewan Pakar)
- Kadirah (Wakil Sekretaris Jenderal)
- Sarwani (Wakil Ketua Bidang Kerja Sama)
- Zarman Syah (Wakil Ketua Bidang Pendidikan)
- Jufri Al Katiri (Ketua Komisi Pendidikan dan Pelatihan)
- Mercys Charles Loho (Humas PWI Pusat)
- Herman Indrabudi (Ketua PWI Kota Bogor)
Pertemuan bersejarah ini ditutup dengan sesi foto bersama antara Akhmad Munir, jajaran pengurus PWI Pusat, serta Prof. Yusli Wardiatno yang didampingi unsur pimpinan Sekolah Pascasarjana IPB, menandai babak baru sinergi antara dunia pers dan akademisi.[]L24.Sai
