Lentera24.com | BANDA ACEH — Langkah nyata dalam merawat pilar demokrasi dan meningkatkan profesionalisme pers kembali ditunjukkan di Tanah...
Lentera24.com | BANDA ACEH — Langkah nyata dalam merawat pilar demokrasi dan meningkatkan profesionalisme pers kembali ditunjukkan di Tanah Rencong. Pemerintah Aceh menyambut sangat positif pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XXI yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh di Amel Hotel, Banda Aceh, 15-16 Juli 2026.
Dukungan penuh dari pemerintah daerah serta kolaborasi erat dengan dunia usaha dinilai menjadi energi positif bagi lahirnya jurnalis-jurnalis yang kompeten dan berintegritas. Apresiasi tinggi pun datang dari PWI Pusat atas sinergi yang harmonis ini.
Namun, di balik optimisme dan atmosfer positif yang menyelimuti jalannya uji kompetensi yang diikuti oleh 36 wartawan lintas media dari seluruh Aceh ini, terselip sebuah catatan yang cukup disayangkan. Gelaran UKW kali ini hanya membuka ruang untuk jenjang Muda dan Madya.
Sangat disayangkan, jenjang Utama justru nihil peserta. Padahal, jika menilik data internal organisasi, PWI Aceh memiliki basis wartawan pemegang sertifikat Jenjang Madya yang tergolong melimpah dan secara kapasitas sudah sangat matang untuk naik kelas memimpin ruang redaksi. Absennya kelas tertinggi ini menjadi tantangan tersendiri bagi akselerasi dan regenerasi mentor jurnalisme tingkat tinggi di Aceh saat ini.
PWI Pusat Beri Apresiasi Tinggi
Mengingat pentingnya kolaborasi dalam setiap pelaksanaan UKW, Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat, Nurchalis Basyari—yang hadir mewakili Ketua Umum Akhmad Munir sekaligus bertindak sebagai penguji—menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan nyata dari Pemerintah Aceh dan sektor swasta, termasuk dunia perbankan.
“Kolaborasi yang terbangun ini insya Allah bisa semakin memperkuat fungsi pers di tengah masyarakat. Pers bukan sekadar pengkritik, melainkan mitra strategis bagi pemerintah maupun dunia usaha untuk tumbuh bersama,” ungkap Nurchalis hangat.
Hal senada ditegaskan oleh Gubernur Aceh melalui pidato tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh, SDM, dan Hubungan Kerja Sama, Dr. Husnan, ST, MP. Pemerintah Aceh memandang UKW bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan sebuah barometer penting untuk mengukur profesionalisme dan memastikan setiap jurnalis bekerja di koridor UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik.
Potensi Besar Wartawan Madya di Aceh
Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, memaparkan bahwa saat ini jumlah anggota PWI Aceh yang memegang Kartu Pers mencapai 484 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 386 wartawan telah dinyatakan kompeten, dengan rincian:
Jenjang Muda: 238 orang
Jenjang Madya: 91 orang
Jenjang Utama: 57 orang
Melihat angka tersebut, potensi wartawan Madya (91 orang) yang sebenarnya siap melangkah ke Jenjang Utama tergolong sangat besar. Diharapkan momentum ini menjadi evaluasi agar pada angkatan berikutnya, gairah untuk mengisi kursi Jenjang Utama kembali meningkat.
“Insya Allah, dengan rampungnya UKW Angkatan XXI tahun 2026 ini, jumlah jurnalis kompeten di bawah naungan PWI Aceh akan terus bertambah,” ujar Nasir Nurdin dengan nada optimis.
Nasir juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Direktur UKW PWI Pusat, Dr. Aat Surya Safaat, atas bimbingannya, serta kekompakan seluruh pengurus PWI Kabupaten/Kota se-Aceh yang menjadi kunci suksesnya acara ini.
Apresiasi Mitra Strategis
Sebagai bentuk penghormatan atas komitmen bersama dalam membangun ekosistem pers yang sehat, PWI Aceh menyerahkan piagam dan plakat penghargaan kepada sejumlah mitra strategis.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin, didampingi Plt Ketua Dewan Kehormatan Provinsi PWI Aceh Drs. HT. Anwar Ibrahim, dan Wakil Ketua Dewan Penasehat PWI Aceh Dr. Bustamam Ali.
Para penerima penghargaan tersebut di antaranya adalah Pemerintah Aceh, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), beserta deretan KKKS seperti Triangle Pase Inc, Medco Energi, dan PT Pema Global Energi. Apresiasi serupa juga diberikan kepada PT Pembangunan Aceh (PEMA), PT Solusi Bangun Andalas (SBA), PT Mifa Bersaudara, serta pilar perbankan daerah: PT Bank Aceh Syariah, BSI Regional Aceh, dan BPRS Hikmah Wakilah.
Untuk menguji puluhan peserta, PWI menurunkan enam penguji senior, yaitu Nurchalis Basyari (PWI Pusat), Rizal Rudi Surya (PWI Sumut), serta empat penguji andalan dari PWI Aceh: Tarmilin Usman, T. Haris Fadhillah, Iranda Novandi, dan Aldin NL.[]
Foto 2: [Insert Foto Wawancara Cegat]
Caption: Mendengar Langsung — Awak media melakukan wawancara cegat (doorstop) dengan Staf Ahli Gubernur Aceh Dr. Husnan, ST, MP, pejabat Bank Aceh Riza Syahputra, dan Head of Media PT SBA Faraby Azwany pada hari pertama UKW PWI Aceh Angkatan XXI di Amel Hotel, Banda Aceh, Rabu (15/7/2026). (Dok. PWI Aceh/Abdul Hadi)
