HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Bangkitkan Lumbung Pangan Pascabencana, Pemkab Aceh Tamiang Terapkan Pertanian Modern PM-AAS

  Lentera24.com | Aceh Tamiang — Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menandai kebangkitan sektor agraria daerah dengan menggelar tanam padi p...

 


Lentera24.com | Aceh Tamiang — Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menandai kebangkitan sektor agraria daerah dengan menggelar tanam padi perdana di lokasi rehabilitasi lahan sawah pasca-bencana Kampung Teluk Halban, Kecamatan Bendahara, Kamis (16/7/26) siang. 

Langkah pemulihan produktivitas ini mengadopsi sistem mekanisasi terbaru melalui teknik Pertanian Modern - Advanced Agricultural System (PM-AAS) dengan teknik tebar benih langsung menggunakan alat mekanis. 

Penerapan teknologi modern ini terintegrasi langsung dengan program intervensi Optimasi Lahan Bencana dari Kementerian Pertanian untuk memulihkan 2.673 hektare sawah yang rusak akibat banjir bandang lumpur November 2025 lalu. Skema pemulihan tersebut dibagi menjadi dua kategori, yakni Optimasi lahan sedang berupa rehabilitasi menyeluruh vegetasi tanah seluas 712 hektare dan Optimasi Lahan ringan seluas 1.900 hektare untuk mempercepat masa tanam.

Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE.I, menegaskan, penerapan efisiensi teknologi PM-AAS di lahan pasca-bencana menjadi simbol penting dari pemulihan ekonomi petani lokal secara cepat dan berkelanjutan.

Tanam perdana ini bukan sekadar memulai musim tanam, melainkan bukti nyata pemanfaatan teknologi untuk mempercepat kebangkitan petani. Melalui sinergi Optimasi Lahan Bencana dan metode PM-AAS, kita menargetkan kenaikan angka produktivitas hasil panen dari tiap lahan sawah yang ada,” ujar Wabup Ismail.

Upaya modernisasi berskala besar ini menguatkan gerakan pemulihan yang beberapa waktu sebelumnya telah diawali lewat penanaman padi perdana pascabencana di Kampung Bukit Panjang, Karang Baru, yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, bersama Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala BRMP Ruminansia Kecil, Muhammad Syawal, yang mewakili Kementerian Pertanian, menyampaikan, penanganan difokuskan penuh pada restorasi struktur tanah. Untuk mendukung kelancaran pasokan air di kawasan lahan rehabilitasi ini, program diselaraskan dengan pompanisasi nasional berupa penyiapan 70 unit irigasi pompa yang disebar ke titik-titik rawan kekeringan, serta bantuan lima unit traktor roda empat guna modernisasi alsintan di tingkat kelompok tani.

Turut hadir mendampingi jalannya tanam perdana mekanis ini, Dandim 0117, Letkol Arm. Raden Subhi Fitra Jaya, Plt. Kepala Distanbunnak, Yusbar dan sejumlah jajaran, Katimker Penyuluhan Pertanian Kementan beserta ratusan penyuluh pertanian, para petani brigade pangan, Kepala BPS, Perwakilan konsorsium Pupuk Indonesia, Camat Bendahara bersama unsur Forkopimcam, dan sejumlah pemangku kepentingan pembangunan pertanian di Aceh Tamiang. 

Pada penutupnya, Wabup Ismail berharap integrasi teknologi PM-AAS ini mampu mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh sekaligus mengembalikan posisi Kabupaten Aceh Tamiang sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Aceh.L24.SWJ.