Lentera24.com | MEDAN – Hubungan antardaerah sejatinya bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan tentang rajutan ikatan kemanusiaan yang ny...
Lentera24.com | MEDAN – Hubungan antardaerah sejatinya bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan tentang rajutan ikatan kemanusiaan yang nyata di saat sulit. Semangat persahabatan sejati inilah yang melatari kunjungan silaturahmi Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, saat menemui Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, di Kota Medan pada Kamis (9/7/2026).
Pertemuan penuh kehangatan ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Aceh Tamiang untuk menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas ketulusan jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Apresiasi ini berakar pada aksi heroik Pemko Medan saat mengulurkan bantuan pasca-bencana hidrometeorologi hebat yang melanda Bumi Muda Sedia pada akhir November 2025 lalu.
Edukasi Kemanusiaan: Berbagi di Tengah Keterbatasan
Bencana hidrometeorologi akhir November 2025 menjadi ujian berat bagi kedua wilayah. Namun, di sinilah letak nilai edukasi kepemimpinan yang sesungguhnya. Bupati Armia mengungkapkan rasa haru sekaligus kagumnya karena armada pemadam kebakaran dan alat berat dari Dinas SDABMBK Pemko Medan tetap dikirimkan ke Aceh Tamiang, meskipun pada saat yang bersamaan Kota Medan sendiri tengah dikepung banjir besar.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian luar biasa dari Bapak Wali Kota Medan beserta jajaran. Meski Kota Medan saat itu juga sedang terdampak banjir, beliau tidak menutup mata. Ketulusan untuk mendahulukan penanganan darurat dan mempercepat pembersihan di Aceh Tamiang adalah pelajaran berharga tentang esensi kemanusiaan,” ujar Armia penuh penghargaan.
Didampingi Wakil Bupati Ismail dan Plt. Sekda Syuibun Anwar, Bupati Armia menegaskan bahwa respons cepat Pemko Medan—yang bertepatan dengan momentum Hari Bela Negara kala itu—adalah wujud nyata dari aksi bela negara yang substantif.
“Bantuan tersebut terbukti sangat meringankan beban masyarakat dalam memulihkan infrastruktur publik dan pemukiman warga yang lumpuh akibat material banjir,” tambahnya.
Diplomasi Kemanusiaan Tanpa Pamrih
Merespons apresiasi tersebut, Wali Kota Medan Rico Waas menyambut hangat jajaran Pemkab Aceh Tamiang. Dengan rendah hati, Rico menegaskan bahwa langkah yang diambil partainya kala itu murni didorong oleh tanggung jawab moral antarsaudara serumpun, bukan kalkulasi politik atau sekadar pencitraan birokrasi.
“Saat mendengar kondisi Aceh Tamiang membutuhkan bantuan darurat, kami langsung bergerak menurunkan pemadam kebakaran dan alat berat. Kami tidak mencari penghargaan atau timbal balik. Ketika bencana hidrometeorologi melanda, sekat administratif harus runtuh. Ini murni tentang kemanusiaan dan persahabatan,” tegas Rico Waas.
Sinergi Berkelanjutan di Masa Depan
Melalui silaturahmi yang sarat makna ini, kedua pembuat kebijakan sepakat bahwa manajemen kebencanaan modern memerlukan kolaborasi lintas batas (cross-border collaboration). Bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim global tidak bisa dihadapi sendirian.
Bupati Armia berharap hubungan emosional yang telah diuji oleh masa-masa sulit ini dapat terus dirawat dan ditransformasikan ke berbagai sektor pembangunan lainnya—seperti ekonomi, ketahanan pangan, dan mitigasi bencana bersama—demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang maupun Kota Medan. []L24.Sai

