Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Ada yang berbeda di Warkop Awe Kupi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Sabtu (11/07/2026) pagi. Bukan sek...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Ada yang berbeda di Warkop Awe Kupi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Sabtu (11/07/2026) pagi. Bukan sekadar rutinitas ngopi biasa, suasana pagi ini terasa lebih hangat dan cair dimana Manajer PKS Tanjung Seumantoh PTPN IV Regional VI, Armiadi, bersama Masinis Kepala, M. Syafriddanil Azwar, tampak asyik berbaur dengan tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan "ngopi bareng" ini sebenarnya bukan hal baru. Agenda bulanan yang sudah menjadi tradisi ini merupakan cara efektif bagi manajemen pabrik untuk menjaga hubungan emosional sekaligus mendengar langsung aspirasi warga yang tinggal di seputaran pabrik.
Di balik suasana santai tersebut, terselip obrolan serius mengenai perkembangan operasional pabrik. Saat ini, PKS Tanjung Seumantoh mencatatkan performa yang cukup solid dengan kapasitas olah mencapai 830 ton per hari.
Manajer Armiadi menjelaskan bahwa efisiensi menjadi kunci utama mereka. "Kami menerapkan sistem kerja yang disiplin. Sebanyak 22 jam dengan memperkerjakan 2 shift operasional penuh digunakan untuk proses pengolahan, sementara 2 jam sisanya dialokasikan khusus untuk perawatan berkala (maintenance). Ini penting agar mesin tetap prima dan operasional pabrik berjalan lancar tanpa hambatan berarti," jelas Armiadi.
Namun, tidak hanya bicara soal angka dan mesin, sosok Armiadi dan Syafriddanil Azwar dikenal warga sebagai pemimpin yang punya empati tinggi. Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan sekitar, pihak PKS Tanjung Seumantoh kini tengah menjalankan program santunan rutin untuk anak yatim. "Kemarin santunan sudah kami salurkan di Kampung Tanjung Seumantoh.
Kedepannya, program ini akan terus bergulir ke kampung-kampung lain di sekitar area pabrik. Kami ingin kehadiran PKS benar-benar membawa dampak positif bagi warga," tambah M. Syafriddanil Azwar.
Keakraban yang terjalin antara pihak manajemen dan tokoh masyarakat menjadi bukti bahwa komunikasi yang baik adalah kunci utama dalam menjaga kondusivitas operasional industri di tengah masyarakat.
Dengan rutin turun ke lapangan dan mendengarkan langsung masukan warga, diharapkan tidak ada sekat antara perusahaan dengan lingkungan sekitar.
Kegiatan rutin bulanan ini bukan hanya sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah edukasi serta kolaborasi yang inklusif. Semangat "tumbuh bersama" yang diusung oleh manajemen PKS Tanjung Seumantoh ini patut diapresiasi, karena terbukti mampu menciptakan harmoni antara target produksi yang tinggi dengan kehidupan sosial masyarakat yang terjaga dengan baik.[]L24 Sai
