Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tamiang, Dedi Nurfadli. Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Ha...
![]() |
| Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tamiang, Dedi Nurfadli. |
Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Harapan masyarakat Aceh Tamiang untuk menikmati akses jalan yang layak akhirnya mulai menemui titik terang. Setelah sempat rusak berat akibat terjangan banjir besar pada akhir November 2025 lalu, jalur krusial yang menghubungkan Simpang Tugu Upah menuju Simpang Lima Rantau Batas Sumatera Utara (Sumut) dipastikan akan segera dibangun tahun ini.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalur provinsi tersebut saat ini sangat memprihatinkan. Lubang-lubang besar menganga hampir di seluruh badan jalan, memaksa para pengendara ekstra waspada. Tak jarang, jalan ini menjadi "jebakan batman" yang memicu kecelakaan, di mana banyak warga pengguna jalan terperosok akibat dalamnya lubang yang tertutup air atau debu.
Menanggapi jeritan dan keluhan masyarakat, Pemerintah Provinsi Aceh bergerak cepat. Sebagai langkah awal, proyek pembangunan jalan tersebut telah masuk dalam tahap lelang dengan alokasi anggaran sebesar Rp5 miliar dan direncanakan akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.
"Jalan ini sudah masuk dalam prioritas pembangunan oleh Dinas PUPR Provinsi Aceh untuk tahun anggaran 2026," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tamiang, Dedi Nurfadli.
Edukasi Anggaran dan Komitmen Pemerintah
Dedi secara transparan mengedukasi masyarakat bahwa dana awal sebesar Rp5 miliar tersebut sejatinya belum mampu mengover seluruh perbaikan jalan yang membentang sepanjang 15 kilometer itu. Kendati demikian, ia meminta masyarakat tidak berkecil hati.
Pemerintah Aceh berkomitmen penuh mencari solusi jangka panjang. Pasca-kunjungan kerja Wakil Gubernur Aceh beberapa waktu lalu, pemerintah daerah kini tengah mengupayakan alokasi anggaran tambahan agar perbaikan jalan ini bisa dilakukan secara menyeluruh dan tuntas.
"Oleh karena itu, kami sangat berharap warga pengguna jalan dapat sedikit bersabar. Pemerintah tidak tinggal diam, dan jalur ini sudah dikunci sebagai prioritas utama pembangunan," tambah Dedi.
Tidak hanya jalur provinsi, komitmen pembenahan infrastruktur di gerbang timur Aceh ini juga menyasar jalur nasional. Dedi membocorkan bahwa tahun ini Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Pusat juga akan melakukan perbaikan besar-besaran pada jalan nasional sepanjang 16 kilometer.
Proyek pusat tersebut akan membentang mulai dari perbatasan Kota Langsa hingga ke batas Provinsi Sumatera Utara. Sinergi antara pembangunan jalan provinsi dan nasional ini diharapkan tidak hanya memperlancar arus lalu lintas masyarakat, melainkan juga mampu mendongkrak kembali roda perekonomian antarpulau yang sempat tersendat pasca-bencana.[]24.Sar

