Lentera24.com | ACEH TAMIANG - Suasana di Hunian Sementara (Huntara) Kampung Opak, Aceh Tamiang, Senin (15/6) terasa berbeda dari biasanya....
Acara yang diinisiasi oleh Fakultas Kedokteran USK ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE.I. Kehadiran orang nomor dua di Aceh Tamiang ini menegaskan bahwa pemerintah tidak berjalan sendirian dalam memulihkan sendi-sendi kehidupan warganya yang sempat lumpuh akibat terjangan banjir.
Hadir di Ruang-Ruang Sulit Masyarakat
Bagi Ismail, kehadiran tim dokter spesialis dan psikolog ke lokasi huntara adalah bentuk nyata dari pengejawantahan ilmu pengetahuan yang sesungguhnya. Dalam sambutannya yang hangat, ia menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam kepada civitas akademika USK.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, kami menyampaikan terima kasih kepada USK beserta seluruh mitra yang terlibat. Kehadiran tim dokter spesialis dan layanan psikososial langsung di huntara sangat membantu masyarakat kami," ujar Ismail tulus.
Ia juga menambahkan sebuah pesan edukatif yang mendalam tentang peran institusi pendidikan di masa kini.
"Ini menjadi bukti bahwa dunia pendidikan tidak hanya hadir di ruang akademik yang nyaman, tetapi juga mau turun langsung, mengulurkan tangan membantu masyarakat di saat-saat sulit seperti ini."
Lebih dari Sekadar Bantuan Darurat
Nada optimisme yang sama juga ditekankan oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK, Dr. Safrizal ZA. Pria yang juga menjabat sebagai Dirjen Bina Administrasi Wilayah Kemendagri ini menegaskan bahwa perguruan tinggi memikul tanggung jawab moral yang besar untuk hadir di tengah bencana.
Menurut Safrizal, pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti saat banjir surut atau bantuan sembako habis. Proses krusial justru terletak pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi jangka panjang, termasuk menyembuhkan trauma (trauma healing) agar masyarakat bisa kembali menata masa depan dengan tangguh.
Memastikan Air Bersih dan Infrastruktur Dasar Berfungsi
Usai membuka kegiatan secara resmi, Wakil Bupati Ismail bersama Safrizal ZA bergerak menyisir lapangan untuk melihat langsung kondisi riil warga. Mereka tidak ragu meninjau fasilitas pendukung yang menjadi urat nadi kehidupan harian masyarakat.
Beberapa agenda penting dalam peninjauan tersebut antara lain:
Pengecekan Akses Air Bersih: Memastikan pasokan air bersih aman bagi ratusan kepala keluarga di Kampung Johar, Kecamatan Karang Baru.
Penyaluran Bantuan Domestik: Menyerahkan bantuan peralatan memasak langsung kepada warga di kawasan terdampak untuk mendukung kebutuhan dasar dapur mereka.
Evaluasi Infrastruktur Vital: Meninjau langsung PDAM Tirta Tamiang yang mengalami kerusakan parah pada mesin intake serta ribuan meteran pelanggan akibat terendam banjir.
Sinergi untuk Bangkit
Rangkaian aksi nyata ini merupakan bagian dari langkah taktis Satgas Pemulihan dan Rehabilitasi Rekonstruksi (PRR). Dari kunjungan ini, pembaca diajak melihat sebuah edukasi penting: bahwa penanganan bencana yang efektif tidak bisa dilakukan secara parsial (sendiri-sendiri).
Pemulihan fisik infrastruktur harus berjalan beriringan dengan pemulihan manusianya (kesehatan dan psikologis). Lewat sinergi harmonis antara pemerintah daerah di bawah pengawalan Wakil Bupati Ismail, perguruan tinggi, dan masyarakat, puing-puing pascabanjir di Aceh Tamiang kini perlahan berubah menjadi fondasi baru yang lebih kuat untuk bangkit kembali. []L24.Sai
