Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Suasana di pinggir aliran Sungai Tamiang, Dusun Duren 8, Kampung Sekerak Kanan, Kecamatan Karang Baru, seket...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Suasana di pinggir aliran Sungai Tamiang, Dusun Duren 8, Kampung Sekerak Kanan, Kecamatan Karang Baru, seketika berubah mencekam dan penuh paku duka, Selasa (9/6/2026) pagi. Harapan seorang kepala keluarga untuk membawa pulang rezeki, justru berujung pada tragedi memilukan yang menyisakan kegetiran mendalam.
Ramlan (42), warga Kampung Marlempang, Kecamatan Bendahara, dikabarkan hilang tenggelam setelah tubuhnya tak mampu melawan keganasan arus sungai. Pria paruh baya itu terseret pusaran air saat mencoba menyelamatkan balok kayu yang hanyut. Sebuah perjuangan hidup yang harus dibayar mahal dengan keselamatan dirinya.
Detik-Detik Pilu di Heningnya Pagi
Pagi itu, sekira pukul 09.00 WIB, dengan tatapan penuh harap, Ramlan turun ke bibir Sungai Tamiang yang berlokasi di Dusun Duren 8. Di matanya, balok-balok kayu yang hanyut terbawa arus adalah sumber rezeki yang tak boleh dilewatkan demi menyambung hidup keluarga di rumah. Tanpa rasa takut, ia mulai berenang seorang diri menuju tengah sungai, mencoba menggapai kayu-kayu tersebut.
Namun, alam berkata lain. Hanya berselang tiga puluh menit, tepatnya sekira pukul 09.30 WIB, sebuah pemandangan memilukan tersaji di depan mata seorang saksi. Tubuh Ramlan terlihat mulai kelelahan dan kewalahan menghadapi takdir arus sungai yang mendadak mengganas. Dalam hitungan detik, tubuhnya perlahan-lahan hanyut dan tenggelam, hilang dari pandangan, meninggalkan riak air yang menyayat hati.
Saksi yang dirundung kepanikan luar biasa langsung berlari melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa, yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian serta petugas BPBD Aceh Tamiang agar bantuan segera datang.
Isak Tangis dan Doa di Tengah Derasnya Arus
Peristiwa memilukan ini dibenarkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Aceh Tamiang, Iman Suhery. Ia menyampaikan bahwa laporan dari perangkat desa diterima sekira pukul 10.00 WIB.
"Iya, benar bang. Ada seorang laki-laki yang tenggelam di aliran sungai di Dusun Duren 8. Berdasarkan laporan, korban berenang seorang diri untuk mengambil balok kayu yang hanyut," ujar Iman dengan nada berat, menyiratkan duka yang mendalam.
Merespons jerit minta tolong tersebut, sekira pukul 11.00 WIB, Tim BPBD Aceh Tamiang bersama personel Polsek Karang Baru tiba di lokasi kejadian dengan membawa satu unit rubber boat.
Hingga berita ini diturunkan, suasana di sekitar lokasi kejadian masih diliputi rasa cemas yang amat sangat. Isak tangis teredam oleh gemuruh arus sungai, berbaur dengan doa-doa yang terus dipanjatkan oleh kerabat dan warga yang berdiri terpaku di tepian sungai. Mereka menatap kosong ke arah air, berharap ada keajaiban yang membawa Ramlan kembali pulang.
Petugas dari Pusdalops BPBD Aceh Tamiang, Dinas Damkarmat, serta Satgas SAR masih terus berjibaku di lapangan, menyisir setiap sudut aliran sungai demi menemukan tubuh korban.
"Petugas masih terus berjuang melakukan pencarian di lapangan. Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar proses ini dimudahkan dan korban bisa segera ditemukan. Perkembangan selanjutnya akan terus kami kabarkan," tutur Iman Suhery yang akrab disapa Bayu, menutup pembicaraan dengan harapan yang masih membubung di dada. []L24.Sai
