HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Oase di Tengah Lonjakan Harga: Langkah Nyata Pemkab Aceh Tamiang Jaga Dapur Warga Tetap Ngebul

Lentera24.com | KARANG BARU — Sejak Mei 2026, tekanan inflasi pangan perlahan merayap dan membebani dompet masyarakat. Bayang-bayang kenaik...

Lentera24.com | KARANG BARU — Sejak Mei 2026, tekanan inflasi pangan perlahan merayap dan membebani dompet masyarakat. Bayang-bayang kenaikan harga kebutuhan pokok, khususnya beras, sempat memicu kekhawatiran di tengah keluarga. Namun, Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Tamiang tidak tinggal diam. Bergandengan tangan dengan Perum Bulog Cabang Langsa, pemerintah daerah mengambil langkah tanggap: menembus batas-batas kecamatan demi memastikan beras berkualitas tetap ada di meja makan warga dengan harga yang ramah di kantong.

Melalui Kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), jajaran pemkab terus bergerilya dari satu pelosok ke pelosok lainnya. Tercatat, gerakan ini telah menyisir 7 kecamatan, yakni Kota Kuala Simpang, Karang Baru, Bandar Pusaka, Bendahara, Tenggulun, Tamiang Hulu, hingga Kejuruan Muda. Dari aksi maraton ini, sebanyak 53,8 ton beras SPHP telah tersalurkan langsung ke tangan masyarakat. Angka tersebut bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan wujud nyata keseriusan dan konsistensi daerah dalam menjaga stabilitas pangan.

Meringankan Beban di Pekan Seruway

Komitmen tersebut berlanjut pada Kamis (23/7/2026). Gerakan Pangan Murah kembali hadir menyapa warga di Pekan Seruway, Kecamatan Seruway. Pada aksi kali ini, target penyaluran mencapai 10.000 kilogram (10 ton) beras SPHP.

Kegiatan di lapangan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Tamiang, Drh. Asmai, dengan didampingi oleh Sekretaris Dinas, Syukri, S.P., M.Si., serta Kepala Bidang Distribusi Cadangan dan Keamanan Pangan, Rendra Kurniawan, S.Pi., M.M. Kehadiran jajaran pimpinan dinas ini menegaskan bentuk pengawalan ketat agar penyaluran beras berjalan lancar, tepat sasaran, dan tertib.

Kehadiran pasar murah ini menyedot perhatian warga karena perbedaan harganya yang amat terasa. Di tengah kondisi pasar di mana beras medium melonjak hingga Rp84.000–Rp87.000 per kemasan 5 kilogram, beras SPHP hadir hanya dengan harga Rp61.000 per kemasan 5 kilogram. Angka ini bahkan berada jauh di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah yang sebesar Rp65.000.

Untuk memastikan azas keadilan dan menghindari aksi borong, sistem pembelian diatur dengan tertib. Setiap warga dibatasi membeli maksimal 2 kemasan (10 kg). Pembatasan ini diterapkan agar pemerataan bantuan benar-benar terwujud dan sebanyak mungkin keluarga dapat merasakan manfaatnya.

Selisih harga yang cukup tinggi ini memberikan ruang bernapas bagi ekonomi rumah tangga. Bagi warga Seruway dan sekitarnya, program SPHP bukan sekadar seremonial, melainkan wujud kehadiran negara yang betul-betul menyentuh kebutuhan paling mendasar.

Komitmen dan Kerja Berkelanjutan Demi Ketahanan Pangan

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Tamiang, Drh. Asmai, menyampaikan keterangannya terkait fokus dan tujuan dari program ini.

"Pemerintah daerah berkomitmen hadir langsung di tengah masyarakat saat terjadi gejolak harga pangan. Melalui kolaborasi bersama Bulog, kami memastikan bahwa ketersediaan beras dengan harga terjangkau tidak hanya berpusat di perkotaan, tetapi menjangkau hingga ke pelosok kecamatan. Langkah ini akan terus kami lanjutkan secara bertahap ke 5 kecamatan tersisa yang belum terjangkau hingga kondisi pasokan dan harga beras di pasar benar-benar stabil," tegas Drh. Asmai.

Edukasi Pangan:

Program Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) merupakan instrumen penting pemerintah untuk intervensi pasar saat terjadi lonjakan harga. Selain menahan laju inflasi, langkah ini bertujuan memotong mata rantai distribusi agar masyarakat berpenghasilan rendah tetap memiliki akses pangan berkualitas tanpa harus mengorbankan kebutuhan pokok lainnya.

Penanganan inflasi di Aceh Tamiang menyasar langsung ke akar persoalan: membentengi daya beli masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah agar tetap tangguh di masa-masa sulit.[]L24 Wrj

(Sumber Data: Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Tamiang bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Langsa)