Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Harapan para atlet dan pecinta sepak bola di Bumi Muda Sedia untuk kembali merumput kini menemui titik teran...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Harapan para atlet dan pecinta sepak bola di Bumi Muda Sedia untuk kembali merumput kini menemui titik terang. Setelah sempat lumpuh total akibat terjangan banjir yang menyisakan lapisan lumpur pekat, Stadion Aceh Tamiang kini mulai bersolek kembali. Aksi ini dimotori oleh kepedulian PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Bukan sekadar pembersihan teknis, langkah ini merupakan bentuk nyata keberpihakan PT WIKA terhadap dunia olahraga Aceh Tamiang yang sempat mati suri pascabencana.
Membangkitkan "Rumah" PS Muda Sedia
Fokus pemulihan ini tidak hanya tertuju pada stadion utama. Harapan besar juga disematkan pada Lapangan Komplek Pertamina Kampung Kebun Tanjung Seumantoh. Lapangan legendaris ini bukan sekadar tempat bermain, melainkan home base bagi PS Muda Sedia, klub kebanggaan masyarakat Aceh Tamiang.
Kadisparpora Aceh Tamiang, Muhammad Farij, S.STP., MSP, menegaskan bahwa pembersihan lapangan ini adalah prioritas agar talenta lokal tidak kehilangan momentum berlatih.
"Kami berharap PT WIKA juga dapat menyentuh Lapangan Pertamina Tanjung Seumantoh. Itu adalah markas besar PS Muda Sedia. Memulihkan lapangan itu berarti memulihkan semangat juang para pemain kita," ungkap Farij dengan penuh harap.
Sinergi Alat Berat dan Efisiensi yang Humanis
Di stadion utama, deru mesin Bobcat Backhoe Loader milik PT WIKA terus bekerja progresif mengikis endapan lumpur yang mulai mengeras. Menariknya, kolaborasi ini menghasilkan dua kebaikan sekaligus:
Restorasi Fasilitas: Lapangan dibersihkan agar aktivitas fisik masyarakat segera normal.
Kontribusi Ibadah: Lumpur sisa banjir diangkut untuk dijadikan material tanah timbun bagi pembangunan Masjid Agung Aceh Tamiang.
"Strategi ini sangat efektif. Sambil menyelamatkan stadion, kita juga mendukung percepatan pembangunan rumah ibadah kebanggaan kita semua," tambah Farij.
Asa untuk Meusafat dan Masa Depan Atlet
Selain markas PS Muda Sedia, Disparpora juga mengusulkan pembersihan Lapangan Sepak Bola Meusafat Simpang IV Upah. Upaya percepatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan korporasi seperti PT WIKA mampu menjadi motor penggerak pascabencana.
Hadirnya PT WIKA di tengah masyarakat Aceh Tamiang bukan sekadar urusan alat berat, melainkan tentang mengembalikan senyum para atlet muda. Dengan kembalinya fungsi lapangan-lapangan ini, detak jantung olahraga di Aceh Tamiang dipastikan akan kembali berdenyut kencang.
Aceh Tamiang bersiap, PS Muda Sedia bersiap kembali berlaga!.[]L24.Sai

