HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Mengalirkan Asa dari Serambi Mekkah: Sinergi ABPEDNAS, SUCOFINDO, dan Kejaksaan Hadirkan Air Bersih hingga Pelosok Desa

Lentera24.com | ACEH BESAR – Di bawah langit Meunasah Gampong Lambleut, sebuah langkah nyata untuk kesejahteraan masyarakat desa baru saja ...


Lentera24.com | ACEH BESAR – Di bawah langit Meunasah Gampong Lambleut, sebuah langkah nyata untuk kesejahteraan masyarakat desa baru saja dimulai. Bukan sekadar seremonial, kick-off pembangunan sumur air bersih yang digelar pada Minggu (10/5/2026) menjadi bukti bahwa negara benar-benar hadir hingga ke unit terkecil pemerintahan: desa.

Program bertajuk “Jaga Air Bersih untuk Desa” ini merupakan kolaborasi apik antara Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), PT SUCOFINDO (PERSERO), dan Kejaksaan RI. Inisiatif ini bukan hanya soal pembangunan fisik, melainkan pengejawantahan dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedaulatan air nasional.

70 Titik Kebaikan dari Aceh hingga Merauke

Kegiatan di Aceh Besar ini hanyalah awal. Sebanyak 70 sumur air bersih akan dibangun di berbagai wilayah operasional PT SUCOFINDO yang tersebar dari Sumatera hingga Papua. Proyek ini diproyeksikan memberikan manfaat langsung bagi 3.500 hingga 7.000 warga yang selama ini berjuang melawan keterbatasan akses air layak konsumsi.

Ketua Umum ABPEDNAS, Indra Utama, menegaskan bahwa air bersih adalah fondasi kehidupan.

“Air bersih bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga pondasi kesehatan dan produktivitas. Kami ingin memastikan pembangunan hadir nyata di desa yang membutuhkan,” ujar Indra, yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama Waskita Beton Precast.

Mengubah Air Payau Menjadi Kehidupan

Kisah dari Gampong Lambleut menjadi potret betapa mendesaknya program ini. Keuchik (Kepala Desa) setempat, Bahrunnazar, menceritakan perjuangan warganya selama bertahun-tahun. Di wilayah timur desa, air tanah terasa asin, berwarna kekuningan, dan mengandung kapur.


"Kondisi ini membuat warga kesulitan mendapatkan air layak konsumsi. Hadirnya sumur ini di area meunasah menjadi angin segar bagi kami," ungkap Bahrunnazar penuh harap.

Meski menjadi langkah awal yang manis, tantangan tetap ada. Dari 300 KK di desa tersebut, masih banyak warga yang menanti air tersebut mengalir langsung ke rumah-rumah mereka. Sebuah aspirasi yang disambut baik oleh pemerintah daerah sebagai bahan evaluasi pembangunan ke depan.

Sinergi dan Akuntabilitas: Kunci Keberlanjutan

Tak hanya soal teknis, program ini juga mengedepankan tata kelola yang bersih. Kehadiran Kejaksaan RI dalam kolaborasi ini menjadi jaminan bahwa setiap rupiah dan bantuan yang disalurkan tepat sasaran.

Reda Manthovani, Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS yang juga menjabat sebagai Jamintel Kejaksaan RI, menekankan pentingnya transparansi. “Kolaborasi lintas sektor ini untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata yang bisa langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Senada dengan itu, Direktur Utama PT SUCOFINDO, Sandry Pasambuna, menjelaskan bahwa program ini adalah kado spesial menyambut HUT ke-70 SUCOFINDO pada Oktober 2026 mendatang. Sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC), SUCOFINDO berkomitmen memastikan air yang dihasilkan memenuhi standar kesehatan dan keberlanjutan.

Kadis DMPG Aceh Besar, Jakfar, mewakili Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, menyampaikan apresiasi mendalam. Ia berharap Gampong Lambleut hanyalah pintu pembuka bagi desa-desa lain untuk mendapatkan akses serupa.

Melalui program ini, pesan yang ingin disampaikan sangat jelas: Pembangunan nasional tidak lagi berpusat di kota besar (Java-centric), melainkan bergerak dari pinggiran. Ketika air bersih mengalir, kesehatan meningkat, ekonomi bergerak, dan desa pun semakin kuat.

Fakta Singkat Program "Jaga Air Bersih untuk Desa":

Total Target: 70 Titik Sumur Air Bersih.

Wilayah: Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.

Target Selesai: 22 Oktober 2026.

Penerima Manfaat: Hingga 7.000 jiwa di seluruh pelosok Indonesia.[]L24.Sai