HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Aceh Tamiang Bangkit! Kemenkes RI Salurkan 11 Unit Ambulance untuk Pulihkan Layanan Kesehatan Pasca-Banjir

Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE.I,  Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Semangat pemulihan di Bumi Muda Sedia kian nyata. Pada Senin (4/5/...

Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE.I, 


Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Semangat pemulihan di Bumi Muda Sedia kian nyata. Pada Senin (4/5/2026), halaman Kantor Dinas Kesehatan Aceh Tamiang menjadi saksi sejarah diterimanya 11 unit ambulance bantuan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Bantuan ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden RI Prabowo Subianto untuk mempercepat normalisasi fasilitas publik pasca-banjir bandang November 2025.

Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE.I, yang menerima langsung bantuan tersebut, menyampaikan bahwa kehadiran armada medis ini adalah oase di tengah upaya daerah bangkit dari keterpurukan infrastruktur.

Wabup Ismail menekankan bahwa bencana banjir tahun lalu telah melumpuhkan akses vital masyarakat. Bantuan ini dianggap sebagai bentuk nyata kehadiran negara di tengah kesulitan rakyat.

"Tema kita hari ini, 'Banjir Reda, Harapan Mengalir', bukan sekadar slogan. 11 ambulance ini adalah nafas baru bagi layanan kesehatan kita yang sempat lumpuh. Kami sangat mengapresiasi respon cepat Bapak Presiden dan jajaran Menteri," ujar Ismail.

Mewakili Menteri Kesehatan, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, Agus Jamaludin, SKM, M.Kes, membawa pesan edukatif penting. Menurutnya, pemulihan pasca-bencana tidak boleh berhenti pada pengadaan fisik semata.

Pentingnya Sistem: Kemenkes mendorong pembentukan Emergency Medical Team (EMT) atau Tim Reaksi Cepat di Aceh Tamiang agar penanganan bencana lebih terkoordinasi.

Investasi SDM: Pemerintah pusat siap memberikan pelatihan manajemen bencana agar tenaga medis lokal memiliki kesiapan mental dan teknis yang mumpuni.

Sinergi Kolaboratif: Bantuan ini juga merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Mustakim, merincikan bahwa seluruh bantuan ini dialokasikan secara spesifik untuk memulihkan akses yang sempat terputus. Dari total bantuan tersebut, 1 unit ambulance diberikan kepada RSUD Muda Sedia sebagai pusat rujukan utama kabupaten.

Sementara itu, 10 unit lainnya disebar ke berbagai Puskesmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di wilayah terdampak banjir, meliputi Puskesmas Karang Baru, Bandar Pusaka, Bendahara, Sungai Iyu, Banda Mulia, Kejuruan Muda, Kota Kualasimpang, Tamiang Hulu, Rantau, hingga Puskesmas Simpang Kiri.

Wabup Ismail mengingatkan bahwa normalisasi pasca-bencana membutuhkan dukungan berkelanjutan. Diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah untuk memastikan fasilitas kesehatan tidak hanya kembali beroperasi, tetapi juga memiliki ketahanan yang lebih kuat terhadap potensi bencana di masa depan.

Prosesi penyerahan ini dihadiri oleh Plt. Sekda Aceh Tamiang, jajaran Asisten Setdakab, para Kepala OPD, dan seluruh Kepala Puskesmas penerima bantuan. Dengan armada baru dan rencana pembentukan tim reaksi cepat, Aceh Tamiang kini melangkah lebih mantap menuju derajat kesehatan masyarakat yang lebih tinggi.[]L24.Sai