Kantor Datok Penghulu Kampung Alur Baung, Kecamatan Karang Baru Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Krisis kepemimpinan melanda Kampung Alur Bau...
![]() |
| Kantor Datok Penghulu Kampung Alur Baung, Kecamatan Karang Baru |
Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Krisis kepemimpinan melanda Kampung Alur Baung, Kecamatan Karang Baru. Datok Penghulu (Kepala Desa) setempat, Abdul Azis, dilaporkan menghilang misterius selama sepekan terakhir setelah gagal mempertanggungjawabkan pendataan korban banjir yang dinilai amburadul dan sarat unsur nepotisme.
Hilangnya sang pemimpin desa ini menyulut kemarahan warga yang merasa dikhianati di tengah perjuangan mereka bangkit dari bencana.
Akar permasalahan bermula dari ketidaktransparanan pihak pemerintah desa dalam mendata rumah terdampak banjir. Dari total sekitar 278 KK yang terdampak nyata, pihak desa hanya mengusulkan 36 KK untuk menerima bantuan. Ironisnya, nama-nama yang muncul diduga kuat didominasi oleh kerabat dekat Datok.
"Pendataan terkesan tebang pilih. Mayoritas yang terdaftar adalah keluarga Datok, bahkan ada yang rumahnya sama sekali tidak tersentuh air tapi masuk daftar penerima," ungkap Ketua Pemuda Kampung Alur Baung, Jabal, Sabtu (21/2/2026).
Sebaliknya, warga yang rumahnya terendam parah justru "tercecer" dari daftar usulan bantuan. Hal ini memicu aksi protes seratusan kepala keluarga yang mendatangi kantor desa pada Selasa malam (3/22026).
Meski sempat berjanji akan membawa data tambahan ke kantor kecamatan, Datok Abdul Azis justru menunjukkan sikap tidak ksatria. Saat pertemuan lanjutan yang difasilitasi oleh Majelis Duduk Setikar Kampung (MDSK) pada Sabtu malam (7/2), sang Datok mangkir tanpa alasan.
Puncak kekecewaan warga terjadi saat upaya pencarian dilakukan hingga ke pelosok desa, namun sosok pemimpin mereka tidak ditemukan. Keesokan harinya, warga hanya menemukan sepeda motor dan pakaian sang Datok teronggok di kawasan perbukitan Dusun Keluarga—sebuah isyarat kuat bahwa ia sengaja melarikan diri untuk menghindari tuntutan warga.
"Dia bukan hanya gagal mengelola data, tapi gagal menjadi pemimpin. Saat warga butuh solusi, dia malah lari. Kami menuntut Azis segera mundur dari jabatannya karena sudah tidak amanah," tegas Jabal mewakili suara warga.
Krisis Kepemimpinan di Masa Pemulihan
Hingga berita ini diturunkan, kursi kepemimpinan di Alur Baung masih kosong. Belum ada keterangan resmi dari Abdul Azis terkait keberadaannya maupun klarifikasi atas dugaan manipulasi data bantuan banjir tersebut. Pesan singkat maupun panggilan telepon yang dilayangkan media ini tidak mendapatkan respon.
Kini, warga Alur Baung berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang segera turun tangan untuk menunjuk pelaksana tugas agar administrasi desa tidak lumpuh dan distribusi bantuan banjir dapat dilakukan secara adil tanpa praktik nepotisme.[]L24.Sai
