Lentera24.com | SIMEULUE — Aroma suci bulan Ramadhan 1447 Hijriah yang kian mendekat membawa semangat pembenahan diri, tidak hanya bagi mas...
Lentera24.com | SIMEULUE — Aroma suci bulan Ramadhan 1447 Hijriah yang kian mendekat membawa semangat pembenahan diri, tidak hanya bagi masyarakat umum, tetapi juga bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan. Pada Selasa (17/2/2026), jajaran Lapas Kelas III Sinabang menyambangi Masjid At-Taubah Suak Buluh bukan untuk urusan kedinasan biasa, melainkan untuk sebuah aksi mulia: gotong royong membersihkan rumah ibadah.
Kegiatan bakti sosial ini menjadi momen emosional di mana para petugas Lapas bahu-membahu bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terpilih. Mereka melebur dalam kerja bakti, membersihkan setiap sudut masjid demi kenyamanan masyarakat yang akan beribadah selama bulan puasa nanti.
Bakti dari Balik Jeruji
Aksi korve ini mencakup pembersihan area interior hingga halaman luar masjid. Para peserta terlihat antusias menyapu selasar, merapikan saluran air, hingga memangkas rumput liar yang memenuhi akses jalan masuk.
Kepala Lapas Kelas III Sinabang, Nazaryadi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah jembatan hati antara warga binaan dengan masyarakat luar.
“Ini lebih dari sekadar kerja bakti. Kami ingin menanamkan kembali rasa memiliki dan tanggung jawab di dalam diri warga binaan. Ini adalah sarana pembinaan karakter agar mereka merasa tetap menjadi bagian utuh dari masyarakat yang peduli terhadap lingkungannya,” tutur Nazaryadi.
Seleksi Ketat dan Pengawasan Humanis
Tidak sembarang warga binaan yang diterjunkan dalam aksi sosial ini. Mereka adalah individu yang telah melalui proses seleksi ketat, dinilai berdasarkan perilaku baik, disiplin, dan menunjukkan iktikad kuat untuk berubah. Selama kegiatan berlangsung, aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama dengan pengawasan petugas yang tetap mengedepankan sisi humanis.
Demi menjaga ketertiban wilayah, pihak Lapas juga berkoordinasi erat dengan aparat setempat, termasuk Bhabinkamtibmas, sehingga suasana gotong royong berjalan dengan sangat kondusif dan penuh kekeluargaan.
Membangun Citra Positif Pemasyarakatan
Kegiatan ini diharapkan dapat mengikis stigma negatif terhadap warga binaan. Melalui keringat yang mereka kucurkan untuk membersihkan masjid, terselip pesan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berkontribusi positif bagi orang lain.
Pihak Lapas Sinabang berharap langkah ini menjadi awal dari rangkaian pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. Bukan sekadar menyambut hari besar keagamaan, namun sebagai upaya nyata mempererat tali silaturahmi antara lembaga pemasyarakatan dan warga Simeulue dalam semangat kebersamaan menyambut bulan penuh ampunan. []L24.DN
