HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Sebulan Mengabdi di Cut Langien: Mahasiswa KKN USK Pamit, Tinggalkan Kehangatan dan Kesan Mendalam

Lentera24.com |PIDIE JAYA – Senyum hangat, pelukan hangat, hingga mata yang berkaca-kaca menyelimuti rumah Keuchik Gampong Cut Langien, Kec...

Lentera24.com |PIDIE JAYA – Senyum hangat, pelukan hangat, hingga mata yang berkaca-kaca menyelimuti rumah Keuchik Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Rabu (5/8/2026). Rangkaian pengabdian mahasiswa KKN USK Kelompok Reguler 11 Periode XXIX secara resmi berakhir, meninggalkan memori manis yang tak mudah dilupakan warga setempat.

​Selama satu bulan penuh, tujuh mahasiswa dari berbagai latar belakang ilmu—Ilmu Hukum, Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan, Pendidikan Geografi, PPKn, hingga Kehutanan—hidup berdampingan dengan warga. Kehadiran mereka tak sekadar menyelesaikan tugas akademik, tetapi melampaui itu: mereka melebur dalam kehidupan bermasyarakat, menyelami adat istiadat, nilai keagamaan, serta tradisi gotong royong warga Cut Langien.

​Bagi para mahasiswa, rumah Keuchik yang selama ini menampung mereka telah berubah menjadi "rumah kedua". Kedekatan emosional itu terasa begitu pekat saat acara penarikan resmi digelar, menandai pula tuntasnya seluruh rangkaian KKN USK di wilayah Kecamatan Bandar Baru.

​Sinergi Program dan Aksi Nyata untuk Warga

​Selama masa pengabdian, Kelompok 11 meluncurkan sederet program kerja inklusif yang menyasar berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari sisi kesehatan, edukasi keselamatan, hingga pembinaan mental generasi muda.

​Beberapa program unggulan yang sukses dilaksanakan antara lain:

  • Edukasi & Keselamatan: Sosialisasi anti-bullying, pengenalan empat satwa Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), serta inovasi mitigasi bencana melalui Tas Siaga Bencana dan Pancasiaga (Pancasila Siaga Bencana).
  • Kesehatan & Keagamaan: Pemeriksaan tekanan darah gratis, edukasi kesehatan berkala, hingga semarak Festival Anak Sholeh bagi anak-anak gampong.
  • Tata Kelola Informasi: Penyusunan Profil Desa Cut Langien hingga publikasi masif yang menghasilkan sekitar 170 pemberitaan dan konten media, mempopulerkan potensi Cut Langien ke khalayak luas.

​Kebaikan Warga yang Menancap Dalam

​Ketua Kelompok KKN Reguler 11, Ari Maulana, tak sanggup menyembunyikan rasa harunya saat menyampaikan patah kata perpisahan. Bagi Ari dan kawan-kawan, pengalaman selama sebulan di Cut Langien adalah pelajaran hidup yang tak didapatkan di bangku kuliah.

​"Tak ada ucapan lain selain terima kasih yang mendalam kepada seluruh warga Cut Langien. Kami tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga belajar arti kebersamaan, menghargai perbedaan, dan meresapi kehangatan budaya setempat," ungkap Ari.


​Ia menambahkan, keramahan keluarga Keuchik dan warga desa menjadi bahan bakar utama suksesnya seluruh agenda mereka.

​"Cut Langien bukan sekadar lokasi KKN, di sini kami menemukan keluarga baru. Pak Keuchik dan Ibu Keuchik dengan sabar membimbing, menasihati, bahkan menyiapkan hidangan untuk kami setiap hari. Kebaikan ini akan terus kami kenang," tutur Ari hangat. "Kami berharap apa yang kami tinggalkan membawa manfaat, dan silaturahmi ini tak putus meski KKN telah usai."

​Apresiasi Tinggi dari Keuchik dan DPL

​Kehadiran dan kerja keras mahasiswa mendatangkan kesan positif bagi perangkat desa. Keuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, S.Pd., memuji sikap aktif dan santun para mahasiswa yang sangat cepat berbaur dengan warga.

​"Alhamdulillah, anak-anak KKN sangat membantu dan menghadirkan kegiatan-kegiatan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh warga. Kami sangat mengapresiasi kekompakan dan kerja keras mereka selama di sini," ujar Syahril penuh bangga.

​Senada dengan hal tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., turut memberikan pujian atas kepemimpinan dan rasa tanggung jawab yang ditunjukkan Kelompok 11.

​"Program-program yang berjalan sangat baik dan berdampak positif. Terima kasih kepada Ari Maulana dan seluruh anggota kelompok yang telah menjaga amanah KKN dengan sangat bertanggung jawab," pungkasnya.

​Meski masa pengabdian telah usai, jejak langkah, tawa, dan program bermanfaat yang ditinggalkan tujuh mahasiswa Universitas Syiah Kuala ini dipastikan akan terus berbekas di hati warga Gampong Cut Langien.