HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Hadapi Era Banjir Informasi, Wabup Ismail Dorong Masyarakat Aceh Tamiang Melek Literasi Digital

Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Di tengah derasnya arus informasi di era digital, masyarakat dituntut tidak hanya cepat menerima informasi, t...



Lentera24.com | ACEH TAMIANG
– Di tengah derasnya arus informasi di era digital, masyarakat dituntut tidak hanya cepat menerima informasi, tetapi juga cerdas dalam menyaring dan memverifikasinya. Fenomena banjir informasi (information overload) dan maraknya ujaran kebencian di media sosial menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE.I, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Tamiang di Aula Distanbunnak, Selasa (14/7/2026).

Dalam sambutannya, Wabup Ismail menegaskan bahwa tantangan literasi saat ini telah mengalami pergeseran yang signifikan. Jika dahulu masyarakat kesulitan mendapatkan informasi, kini justru dihadapkan pada melimpahnya informasi yang belum tentu benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Tantangan literasi hari ini sudah bergeser jauh. Kita tidak lagi kurang informasi, melainkan banjir informasi. Di sinilah pentingnya kemampuan melakukan verifikasi," ujar Ismail.

Menurutnya, kemampuan memilah dan memverifikasi informasi menjadi benteng utama agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh hoaks, provokasi, maupun informasi yang berpotensi memecah belah persatuan.

Selain itu, Wabup Ismail juga menyoroti pentingnya etika dalam bermedia sosial, terutama bagi generasi muda. Ia mengingatkan bahwa ruang digital tidak bebas dari norma dan nilai moral yang harus dijunjung bersama.

"Ingatkan anak-anak didik dan masyarakat kita bahwa dunia digital juga memiliki norma moral. Media sosial harusnya menjadi ruang ilmu dan silaturahmi, bukan tempat untuk menebar caci maki, fitnah, ataupun ujaran kebencian yang merusak persaudaraan. Cerdas berliterasi berarti cerdas dan bijak dalam menggunakan jempol kita," tegasnya.

Lebih lanjut, orang nomor dua di Kabupaten Aceh Tamiang itu berharap kegiatan Bimtek Literasi Informasi tidak berhenti sebatas seremoni dan kegiatan formal semata. Ia meminta agar pelatihan tersebut melahirkan program-program literasi yang kreatif, inklusif, dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan indeks literasi masyarakat di daerah.

Bimbingan Teknis Literasi Informasi ini berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari pengelola perpustakaan sekolah, guru, serta perwakilan komunitas dan pegiat literasi di Kabupaten Aceh Tamiang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Tamiang, Ir. Muhammad Zein, beserta jajaran pejabat di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Tamiang.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap lahir masyarakat yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, bijak menggunakan media sosial, serta mampu menjadi agen penyebar informasi yang sehat dan bertanggung jawab di tengah era digital yang terus berkembang.L24.SWJ.