Lentera24.com | Aceh Tamiang — Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, memimpin Panen Raya TNI yang dipusatkan di ar...
Lentera24.com | Aceh Tamiang — Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, memimpin Panen Raya TNI yang dipusatkan di areal persawahan Kelompok Tani Sama-Sama, Kampung Seuneubok Dalam Upah, Kecamatan Bendahara, Jumat (17/7/2026) sore.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya nyata Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama TNI dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana banjir, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dan membangkitkan kembali perekonomian petani di wilayah terdampak.
Pada kesempatan itu, Bupati Armia didampingi Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm. Raden Subhi Fitra Jaya, Kajari Aceh Tamiang Yudhi Syufriadi, Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang M. Nur, serta Wakapolres Aceh Tamiang Kompol Rubby Nanda mengikuti video conference (vidcon) bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk melaporkan perkembangan pelaksanaan program ketahanan pangan di daerah.
Dalam keterangannya, Bupati Armia menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Aceh Tamiang. Karena itu, percepatan pemulihan lahan pertanian yang terdampak banjir menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.
"Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah kabupaten, TNI, dan para petani, kita optimis wilayah yang terdampak bencana ini bisa kembali produktif dan menyokong ketersediaan pangan nasional," ujar Bupati Armia di sela-sela kegiatan.
Berdasarkan data di lapangan, program pemulihan pertanian pascabencana di Kampung Seuneubok Dalam Upah melibatkan tujuh kelompok tani, yakni Kelompok Tani Empang Breuh, Barona, Barona Muda, Dan Dang Na, Meusapat Rakan, Amanah Endatu, dan Sama-Sama.
Kawasan pertanian tersebut memiliki Luas Baku Sawah (LBS) seluas 231,41 hektare dengan Luas Tambah Tanam (LTT) mencapai sekitar 157 hektare. Melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan Kodim 0117/Aceh Tamiang, produktivitas lahan pascabencana ditargetkan mampu mencapai rata-rata 5,2 ton gabah per hektare.
Dengan target produksi mencapai 1.201 ton gabah dari seluruh luasan lahan yang ditanami, panen raya ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan sektor pertanian Aceh Tamiang pascabencana, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat komitmen menuju swasembada pangan sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.L24.SWJ.
