Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Kalangan pegiat seni di Kabupaten Aceh Tamiang berharap pemerintah daerah memberikan perhatian dan dukungan ...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Kalangan pegiat seni di Kabupaten Aceh Tamiang berharap pemerintah daerah memberikan perhatian dan dukungan yang lebih nyata terhadap sektor seni dan budaya sebagai bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir. Mereka menilai seni tidak hanya berperan sebagai media ekspresi kreatif, tetapi juga dapat menjadi instrumen penting dalam pemulihan sosial dan psikologis masyarakat terdampak bencana.
Salah seorang pegiat seni Aceh Tamiang yang juga Guru Seni Rupa di SMK Negeri 2 Karang Baru, Suprianto, S.Pd., mengatakan komunitas seni siap berkontribusi dalam proses pemulihan daerah. Menurutnya, keterlibatan para seniman akan lebih optimal jika didukung oleh kebijakan dan program pemerintah yang berpihak pada pengembangan seni dan budaya.
“Pegiat seni ingin ikut ambil bagian dalam proses pembangunan dan pemulihan Aceh Tamiang pascabanjir. Namun, kami juga berharap adanya dukungan nyata dari pemerintah agar sektor seni dapat bergerak dan berkontribusi secara maksimal,” ujar Suprianto kepada wartawan, Sabtu (18/7/2026).
Ia menuturkan, seni memiliki peran strategis dalam membangun kembali optimisme masyarakat yang terdampak bencana. Berbagai kegiatan seni dan budaya dapat menjadi sarana pemulihan psikologis, mempererat solidaritas sosial, serta menghadirkan ruang kreatif bagi masyarakat untuk bangkit dari masa sulit.
Selain itu, kata Suprianto, seni juga dapat berkontribusi dalam revitalisasi pembangunan fisik daerah. Berbagai karya seni dinilai mampu memperindah kawasan yang direhabilitasi sekaligus menjadi simbol kebangkitan masyarakat pascabencana.
“Seni dalam revitalisasi pembangunan fisik sangat dibutuhkan. Mulai dari seni mural, seni desain, display, seni eksterior hingga karya seni monumental. Semua itu dapat menjadi bagian dari wajah baru Aceh Tamiang setelah bencana,” katanya.
Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga perlu menyentuh aspek sosial, mental, dan budaya masyarakat. Dalam konteks tersebut, kegiatan seni dapat menjadi media hiburan, edukasi, sekaligus terapi sosial yang membantu mengurangi dampak psikologis akibat bencana.
Di sisi lain, seni dan budaya juga berperan penting dalam menjaga identitas daerah. Keberadaan komunitas seni dinilai menjadi garda terdepan dalam melestarikan nilai-nilai budaya lokal agar tetap hidup dan berkembang di tengah proses pemulihan yang sedang berlangsung.
Karena itu, para pegiat seni berharap sektor seni dan budaya dapat menjadi bagian integral dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir yang dijalankan pemerintah daerah. Dengan dukungan yang berkelanjutan serta kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, dan masyarakat, mereka optimistis seni dapat berkontribusi dalam mempercepat kebangkitan Aceh Tamiang.
“Pemulihan daerah yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan semua elemen masyarakat, termasuk insan seni. Kami ingin menjadi bagian dari solusi dan ikut membangun kembali semangat masyarakat melalui karya dan kreativitas,” tutup Suprianto.L24.SWJ.
